
BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM — Pemerintah Kabupaten Karangasem menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan aspek sosial serta pelestarian adat, agama, seni, dan budaya.
Pada tahun pertama kepemimpinan Bupati I Gusti Putu Parwata bersama Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa, pendekatan pembangunan berbasis kemanusiaan dan kearifan lokal terus diperkuat sebagai bagian dari arah kebijakan daerah.
Di bidang sosial, berbagai program kesejahteraan digulirkan untuk menjangkau kelompok masyarakat rentan. Bantuan sosial, program bedah rumah, serta rehabilitasi rumah tidak layak huni direalisasikan guna memastikan warga memiliki hunian yang layak, aman, dan sehat.
Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan martabat dan kualitas hidup masyarakat secara langsung, sekaligus memperkecil kesenjangan sosial.
“Pembangunan harus menyentuh sisi kemanusiaan. Negara harus hadir memberikan perlindungan dan penguatan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar I Gusti Putu Parwata.
Selain penguatan sosial, pelestarian adat dan budaya tetap menjadi roh pembangunan Karangasem. Pemerintah daerah mendukung penataan dan rehabilitasi pura, penyaluran punia untuk kegiatan keagamaan, serta fasilitasi pelestarian seni dan tradisi di desa-desa adat.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga nilai-nilai luhur tetap hidup di tengah arus modernisasi, sekaligus memperkuat identitas daerah.
Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa menegaskan bahwa identitas budaya merupakan fondasi harmoni sosial.
“Karangasem tidak hanya dibangun sebagai wilayah administratif, tetapi sebagai ruang hidup masyarakat adat yang memiliki nilai dan tradisi yang harus terus dirawat,” ujarnya.
Menurutnya, adat, agama, dan seni budaya adalah perekat sosial yang menjaga ketentraman serta memperkuat jati diri daerah. Karena itu, pembangunan fisik harus berjalan seimbang dengan penguatan sosial-kultural.
Dengan pendekatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karangasem berkomitmen menghadirkan pembangunan yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kokoh secara sosial serta tetap berakar pada budaya lokal, fondasi menuju Karangasem yang harmonis dan berkelanjutan.(adv/bpn)












