
BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG — Pengelolaan sampah berbasis sumber yang dijalankan secara konsisten di Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, menunjukkan hasil signifikan. Volume sampah berserakan di lingkungan desa berhasil ditekan hingga sekitar 90 persen, sehingga kondisi wilayah kini nyaris bebas dari timbunan sampah liar.
Capaian tersebut disampaikan Perbekel Desa Gulingan, I Ketut Winarya, saat pelaksanaan aksi bersih sampah plastik dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di wilayah Banjar Angkeb Canging dan sekitarnya, Minggu (22/2/2026).
Menurut Winarya, keberhasilan ini merupakan buah dari konsistensi penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber yang dimulai dari tingkat rumah tangga. Warga didorong untuk memilah sampah organik dan anorganik sejak awal, sehingga proses pengolahan di tingkat desa menjadi lebih efektif dan efisien.
“Ini berkat dukungan penuh masyarakat, Tim TPS3R Desa Gulingan, serta tim kebersihan desa yang setiap hari bekerja menjaga lingkungan tetap bersih,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap hari Tim TPS3R secara aktif menelusuri dan mengangkut sampah yang telah dipilah warga untuk kemudian dikelola sesuai jenisnya. Sampah organik diolah, sementara sampah anorganik diproses atau disalurkan sesuai mekanisme pengelolaan yang berlaku.
Di sisi lain, tim kebersihan desa melakukan pemantauan rutin guna mencegah munculnya titik-titik baru penumpukan sampah. Kegiatan kebersihan lingkungan (kesling) juga dilaksanakan secara berkala oleh masing-masing banjar sebagai bagian dari budaya gotong royong masyarakat.
Sinergi antara warga, perangkat banjar, dan pemerintah desa inilah yang dinilai menjadi kunci keberlanjutan program pengelolaan sampah di Desa Gulingan.
“Seluruh elemen bergerak setiap hari. Konsistensi ini yang membuat lingkungan kami tetap terjaga,” tegas Winarya.
Ke depan, pihak desa berkomitmen terus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari rumah tangga, sekaligus memperkuat kolaborasi antarwilayah agar tidak terjadi perpindahan persoalan sampah dari satu desa ke desa lainnya.
“Kami ingin Desa Gulingan tidak mengotori desa lain, begitu juga sebaliknya. Komitmen ini akan terus kami dukung melalui penganggaran rutin setiap tahun,” pungkasnya.(adv/bpn)












