
BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Platform kolaborasi industri desain dan arsitektur, MPX Indonesia, untuk pertama kalinya menghadirkan pameran inovasi dan desain bertajuk IMPACT+ Bali 2026. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan lintas sektor yang mempertemukan produsen, kontraktor, arsitek, desainer interior, hingga pengguna akhir dalam satu platform kolaboratif dan interaktif.
IMPACT+ Bali 2026 digelar di Harris Sunset Convention Hall Hotel Bali, Rabu (21/1/2026), mulai pukul 13.00 hingga 20.00 WITA. Pameran ini diikuti oleh sekitar 40 merek berskala nasional yang berasal dari berbagai segmen industri, mulai dari material bangunan, teknologi konstruksi, hingga desain interior.
Pameran tersebut dirancang untuk menampilkan beragam solusi desain dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan modern. Bali dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena dinilai memiliki pertumbuhan signifikan di sektor properti dan pariwisata, sekaligus menjadi pasar strategis bagi pengembangan industri desain dan arsitektur.
Managing Director MPX Indonesia, Antonius Yan Halim, mengatakan bahwa IMPACT+ diharapkan menjadi ruang kolaborasi sekaligus pertukaran gagasan inovatif antar pelaku industri.
“Kami ingin membawa semangat kolaborasi dari berbagai pelaku industri sekaligus menghadirkan inovasi ke Bali. Bali menjadi titik strategis karena potensi pasar propertinya sangat besar,” ujarnya.
Penyelenggaraan IMPACT+ Bali 2026 juga mendapat dukungan dari sejumlah asosiasi profesi di Bali yang bergerak di bidang arsitektur, lanskap, desain, mekanikal, dan konstruksi. Beberapa di antaranya adalah IAI, IALI, HDII, GAPEKSINDO, INKINDO, Dewata Engineering Club, HIMPERRA, REI, PII, dan PERKINDO.
Salah satu peserta yang turut ambil bagian dalam pameran ini adalah FORTRESS, merek pintu baja bermotif kayu yang menargetkan penguatan posisinya sebagai solusi pintu premium untuk proyek hospitality dan properti modern. Melalui keikutsertaannya di IMPACT+ Bali 2026, FORTRESS menegaskan komitmennya dalam mendukung perkembangan industri properti dan desain di Indonesia, khususnya di Bali.
FORTRESS menghadirkan produk pintu baja bermotif kayu yang dirancang untuk berbagai kebutuhan proyek, mulai dari sektor hospitality, residensial, hingga komersial. Produk tersebut dikembangkan agar adaptif terhadap iklim tropis, sehingga sesuai dengan karakter pasar Bali, sekaligus tetap selaras dengan konsep desain modern maupun arsitektur bernuansa lokal.
Selain menampilkan produk unggulan, FORTRESS juga memanfaatkan ajang IMPACT+ Bali 2026 untuk memperluas jejaring dengan komunitas desain dan properti, serta membuka peluang kolaborasi strategis berbasis proyek. Selama pameran berlangsung, pengunjung dapat berdiskusi langsung dengan tim FORTRESS terkait solusi pintu baja yang disesuaikan dengan kebutuhan proyek, mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi.
Bahkan, FORTRESS juga membuka kesempatan pertemuan privat selama berada di Bali pada 19–23 Januari 2026, guna menjalin komunikasi yang lebih intensif dengan para pemangku kepentingan di sektor properti dan desain.
“Keikutsertaan kami di IMPACT+ Bali 2026 merupakan bagian dari strategi FORTRESS untuk hadir lebih dekat dengan para pengambil keputusan di industri desain dan properti,” ujar Suyatin, Telesales Supervisor FORTRESS.
Ia menambahkan bahwa IMPACT+ merupakan platform strategis untuk membangun kolaborasi jangka panjang yang berlandaskan kualitas dan sinergi antar pelaku industri. Menurutnya, kehadiran berbagai pemangku kepentingan dalam satu forum memberikan peluang besar bagi terciptanya kerja sama berkelanjutan di sektor properti dan desain nasional. (ads/bpn)












