
BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – KPU Buleleng terus berupaya meningkatkan angka atau jumlah pemilih pemula untuk pemilu mendatang. Sebab hal tersebut jadi tantangan penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Bahkan kondisi itu menuntut adanya penguatan kesadaran dan literasi demokrasi salah satunya di lingkungan pendidikan.
Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Buleleng, Putu Arya Suarnata menjelaskan, siswa kelas X dan XI merupakan kelompok strategis pemilih pemula yang perlu dibekali pemahaman tentang demokrasi sejak awal. Sebab ke depannya mereka agar mampu jadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab ketika telah memenuhi syarat sebagai pemilih.
Pihaknya menekankan, bahwa pemilih pemula akan memiliki peran signifikan pada Pemilu 2029. Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai demokrasi dan kepemiluan menjadi kebutuhan mendasar agar generasi muda tidak bersikap apatis maupun salah dalam menentukan pilihan pemimpin di masa depan.
“Tidak menggunakan hak pilih pada hakikatnya merugikan diri sendiri maupun masyarakat di sekitarnya. Seluruh proses penyelenggaraan Pemilu hingga kebijakan yang dihasilkan oleh pejabat terpilih berkaitan erat dengan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang bersumber dari pajak masyarakat, termasuk kontribusi generasi muda. Oleh karena itu, penggunaan hak pilih menjadi hal yang sangat penting,” tegasnya, Kamis (29/1/2026).
Selain penguatan kesadaran demokrasi, sosialisasi juga membahas aspek teknis kepemiluan, antara lain pihak-pihak yang dipilih dalam Pemilu dan Pilkada, jumlah surat suara yang diterima pemilih, serta penjelasan mengenai konsep trias politika. Disampaikan pula tugas dan peran KPU baik pada tahapan Pemilu maupun di luar tahapan.
“Kami berusaha saat peyampaian materi dilakukan dengan pendekatan komunikatif dan historis yang disesuaikan dengan karakter pemilih pemula. Disamping itu juga ada sesi kuis sekaligus tanya jawab seputar pengertian politik dan sejarah awal tentang pelaksanaan politik, yang berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari para siswa,” pungkasnya.(dar/bpn)












