
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Bali. Remaja binaan Forum Maritim Bali (FMB) menunjukkan kapasitasnya berbicara dan mengulas isu-isu maritim global dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Armada Republik Indonesia (Armada RI) 2025 yang digelar di wilayah Bali pada Minggu (14/12/2025), dengan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Denpasar sebagai penyelenggara.
Kehadiran para Duta Maritim Bali dalam momentum nasional tersebut mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak strategis, di antaranya Komite I DPD RI, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, Komandan Lanal (Danlanal) Denpasar, Kolonel Laut (P) Cokorda G.P. Pemayun, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali. Apresiasi ini menjadi pengakuan atas peran aktif generasi muda Bali dalam mengangkat isu kemaritiman ke level nasional dan global.
Peringatan HUT Armada RI menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali posisi laut sebagai fondasi utama Indonesia sebagai bangsa maritim. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para Duta Maritim Bali menyampaikan pandangan kritis terkait keberlanjutan laut, diplomasi maritim internasional, hingga penguatan identitas bangsa melalui laut.
Ni Putu Devika Wulandari, Runner Up 2 Duta Maritim Bali 2024, menegaskan bahwa diplomasi maritim kini menjadi pendekatan strategis dalam menjaga stabilitas hubungan antarnegara. Menurutnya, pengelolaan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), keamanan laut, dan jalur perdagangan internasional tidak dapat dilepaskan dari kerja sama global.
“Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki tanggung jawab besar menjadikan laut sebagai ruang diplomasi, bukan konflik. Laut adalah penghubung peradaban dan kekuatan strategis bangsa,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa laut memiliki peran vital dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 14: Life Below Water. Isu penangkapan ikan berkelanjutan, perlindungan terumbu karang, serta pengurangan polusi plastik memerlukan kolaborasi lintas negara, sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi global.
Sementara itu, Putu Winie Arisachi Karita, Duta Maritim Bali 2025, menyoroti peran strategis Generasi Z dalam menjaga masa depan laut Indonesia. Di tengah tantangan pencemaran plastik, kerusakan terumbu karang, serta praktik penangkapan ikan ilegal oleh kapal asing, generasi muda dinilai harus tampil sebagai agen perubahan.
“Sebagai Gen Z, kami hidup di era di mana ide dan kreativitas menyebar sangat cepat. Ini peluang besar untuk membangun kesadaran publik melalui aksi nyata, edukasi, dan kampanye digital,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya kedaulatan maritim, yang tercermin melalui kehadiran kapal patroli dan kekuatan Armada RI sebagai simbol perlindungan wilayah serta pencegahan pencurian sumber daya laut.
Dari sudut pandang pariwisata, Ni Kadek Echa Suandini, Duta Maritim Bali 2025, menyampaikan bahwa Bali telah menjadi contoh dunia dalam pengembangan wisata maritim berkelanjutan. Program restorasi terumbu karang di Nusa Dua serta keberhasilan Marine Protected Area (MPA) Nusa Penida menjadikan Bali rujukan internasional dalam konservasi laut berbasis teknologi dan pelibatan masyarakat.
“Wisata maritim bukan hanya soal menikmati laut, tetapi bagaimana kita menjaganya. Bali kini menjadi ruang belajar hidup bagi dunia bahwa pariwisata dan keberlanjutan harus berjalan beriringan,” jelasnya.
Menurutnya, keamanan maritim merupakan fondasi utama pariwisata laut. Tanpa laut yang aman, keberlanjutan pariwisata akan terancam, sehingga peran Armada RI sangat vital dalam menjaga reputasi Indonesia di mata dunia.
Ketua Forum Maritim Bali, Ketut Adi Darma Yase, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari dedikasi dan konsistensi FMB dalam membina anak-anak dan duta maritim Bali agar memiliki wawasan maritim global. Ia menyebut, meski tanpa dukungan pembiayaan pemerintah, FMB tetap konsisten membuka ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengasah literasi, komunikasi, dan kemampuan orasi.
“Tujuan kami jelas, mencetak sumber daya manusia Bali yang berwawasan maritim global. Di masa depan, mereka akan tumbuh menjadi diplomat-diplomat asal Bali yang mampu bersuara di tingkat internasional,” tegasnya.
Menurut Adil Darma Yase, kiprah para kids dan Duta Maritim Bali di berbagai forum nasional dan internasional menjadi bukti bahwa masa depan maritim Indonesia tengah dipertaruhkan di tangan generasi muda yang visioner dan berdaya saing global.
Peringatan HUT Armada RI ini pun menjadi pengingat bahwa masa depan laut Indonesia hanya dapat dijaga melalui kolaborasi kuat antara negara, masyarakat, dan generasi muda. Laut bukan sekadar sumber daya, melainkan identitas bangsa dan jembatan Indonesia menuju peran global yang lebih kokoh sebagai poros maritim dunia. (ads/bpn)












