Salah satu lapangan padel di Liga.Tennis & Padel Ubud
Salah satu lapangan padel di Liga.Tennis & Padel Ubud. Sumber Foto : tis/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, UBUD – Liga.Tennis secara resmi membuka fasilitas terbaru Liga.Tennis & Padel Ubud pada Sabtu (6/12/2025) di Singakerta, Ubud, Gianyar. Kehadiran klub ini menegaskan komitmen Liga.Tennis dalam membangun ekosistem olahraga raket bagi masyarakat lokal serta memperluas ruang pembinaan atlet muda Bali.

Founder Liga.Tennis, Dmitry Shcherbakov, menyampaikan bahwa ekspansi ke Ubud merupakan langkah strategis, bukan sekadar ekspansi fasilitas.

“Misi kami adalah merubah hidup dengan olahraga raket. Untuk semua klub Liga.Tennis, kami sangat fokus pada orang lokal dari daerah di sini, komunitas lokal. Di Ubud, fokus paling penting adalah orang lokal, orang asli Bali,” tegas Dmitry.

Baca Juga :  Le Cataya Hadir di The Cakra Hotel Bali, Tawarkan Konsep Wellness Lengkap untuk Masyarakat dan Wisatawan

Liga.Tennis Ubud meluncurkan Junior Academy dan Camps sebagai program pembinaan utama. Program berjalan setiap semester dengan durasi 6–9 minggu, mengikuti kalender libur sekolah dan menyasar usia 5–17 tahun melalui empat level pelatihan, yaitu: bola merah, bola oranye, bola hijau dan bola kuning/normal.

“Kami menyediakan fasilitas yang bagus, supaya generasi muda bisa belajar dengan kualitas yang bagus, di tempat yang bagus. Semoga hasilnya maksimal,” ujar Dmitry.

Sebagai informasi, Liga.Tennis Umalas saat ini mencatat sekitar 100 anak per semester, Sanur 70 anak, dan Liga.Tennis & Padel Ubud diharapkan menjadi pusat talenta baru yang siap mewakili Bali maupun Indonesia.

Baca Juga :  Le Cataya Hadir di The Cakra Hotel Bali, Tawarkan Konsep Wellness Lengkap untuk Masyarakat dan Wisatawan

Untuk memastikan keterjangkauan, Liga.Tennis menghadirkan promo selama pembukaan Rp50.000 per jam (tenis & padel) yang berlaku dari pukul 12.00–15.00 WITA.

“Ini sangat accessible untuk orang lokal,” kata Dmitry.

Dmitry menyebut Ubud sebagai destinasi dunia dengan karakter komunitas yang berbeda dari Sanur atau Canggu.

(Kiri-Kanan). Direktur Liga.Tennis, Nyoman Ayunanda Mahartaning; Founder Liga.Tennis, Dmitry Shcherbakov; dan Customer Business Manager Liga.Tennis, Oleksandra Smotrytska. Sumber Foto : tis/bpn
(Kiri-Kanan). Direktur Liga.Tennis, Nyoman Ayunanda Mahartaning; Founder Liga.Tennis, Dmitry Shcherbakov; dan Customer Business Manager Liga.Tennis, Oleksandra Smotrytska. Sumber Foto : tis/bpn

“Kenapa Ubud? Karena itu destinasi populer, destinasi dunia. Bapak Cok Ace bilang, saya sudah percaya harus di Ubud. Ubud adalah destinasi yang pertama sebelum Kuta terkenal,” jelasnya.

Ubud dinilai memiliki ritme, minat, dan atmosfer yang cocok untuk pengembangan kombinasi program seperti padel, tenis, yoga, dan kebugaran.

Baca Juga :  Le Cataya Hadir di The Cakra Hotel Bali, Tawarkan Konsep Wellness Lengkap untuk Masyarakat dan Wisatawan

Liga.Tennis & Padel Ubud dilengkapi 3 lapangan tenis indoor; 3 lapangan padel indoor; Sauna & Ice Plunge (recovery zone); Ruang loker dan berperasional dari mulai pukul 07.00–22.00 WITA.

Tahun depan, Dmitry berencana membuka fitness club khusus pemain raket serta memperluas jaringan ke Solo, Manado, dan Malang.

“Kami baru mulai. Kita mulai dari hari ini, itu penting sekali. Secara langsung dan tidak langsung, Liga.Tennis turut serta membangun pembinaan olahraga raket di daerah,” pungkasnya.

Saat ini Liga.Tennis telah memiliki 6 cabang di Bali dan 1 di Sumba.(tis/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News