BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM — Keluhan keluarga pasien terkait pelayanan di RSUD Karangasem viral di media sosial dan memicu perhatian publik. Video berdurasi sekitar 36 detik yang diunggah akun Facebook Jsg Gresstreck pada Selasa (16/12/2025) malam menyoroti dugaan lambannya penanganan medis terhadap seorang pasien rujukan dari Puskesmas Selat.
Dalam video tersebut, keluarga pasien menyebut pasien telah dibawa ke RSUD Karangasem sejak sekitar pukul 02.00 WITA setelah mengalami kecelakaan hingga kepala terbentur. Namun hingga sore hari, pasien diklaim belum mendapatkan kepastian penanganan lanjutan maupun rujukan ke rumah sakit lain.
“Rumah sakit besar, tapi perawatan nggak ada, pelayanan dokter juga nggak ada. Katanya mau dirujuk, tapi sampai sekarang tidak dirujuk,” ujar keluarga pasien dalam video yang beredar.
Menanggapi viralnya video tersebut, pihak RSUD Karangasem melalui Humas mengeluarkan klarifikasi resmi terkait kronologi penanganan pasien atas nama I Putu A.
Dalam rilis resmi dijelaskan, pasien tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Karangasem pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.20 WITA sebagai pasien rujukan dari Puskesmas Selat. Pasien diketahui mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal akibat menabrak pohon tumbang, dengan kondisi penurunan kesadaran, mual muntah disertai darah, serta luka di bagian belakang kepala.
Pasien kemudian dipindahkan ke ruang perawatan sekitar pukul 07.10 WITA dan mendapat pemeriksaan lanjutan oleh dokter jaga serta dokter bedah. Tim medis melakukan observasi ketat, pemeriksaan laboratorium, dan USG FAST untuk memastikan adanya perdarahan internal.
Setelah evaluasi lanjutan dan konsultasi dengan dokter penanggung jawab pelayanan, RSUD Karangasem memutuskan pasien perlu dirujuk ke RSUD Klungkung guna mendapatkan penanganan bedah saraf. Namun dalam proses rujukan tersebut, pihak rumah sakit harus menunggu persetujuan dari rumah sakit tujuan sesuai prosedur.
RSUD Karangasem juga menjelaskan bahwa petugas medis telah memberikan penjelasan kepada keluarga pasien terkait prosedur rujukan, termasuk risiko apabila pasien dipindahkan tanpa pendampingan tenaga kesehatan dan ambulans. Meski demikian, pihak keluarga disebut bersikeras membawa pasien secara mandiri menggunakan kendaraan pribadi dan menolak menunggu proses rujukan resmi.
Sesuai ketentuan, keluarga pasien kemudian diminta menandatangani surat penolakan rujukan. Pasien akhirnya meninggalkan RSUD Karangasem pada Selasa malam sekitar pukul 20.45 WITA untuk menuju RSUD Klungkung secara mandiri.
“RSUD Karangasem tetap berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan sistem pelayanan ke depan,” ujar Humas RSUD Karangasem, Sang Ayu Darmayanti, Kamis (18/12/2025).(st/bpn)













