Executive Workshop SEVIMA
Executive Workshop SEVIMA yang berlangsung di Prime Plaza Hotel Sanur pada Kamis (6/11/2025). Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – SEVIMA kembali menggelar kegiatan Executive Workshop yang kali ini mengangkat tema ‘From Outcome to Outshine: Kupas Tuntas Kurikulum OBE untuk Memimpin Kampus Menuju Kelas Dunia’. Acara yang berlangsung di Prime Plaza Hotel Sanur pada Kamis (6/11/2025) ini diikuti oleh ratusan pimpinan perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program outreach SEVIMA yang dilaksanakan selama dua hari satu malam. Rangkaian acaranya diawali dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang monitoring dan evaluasi pelaporan bagi tenaga pendidik, dilanjutkan Gala Dinner bersama klien dan mitra SEVIMA, serta ditutup dengan Executive Workshop yang membahas transformasi kurikulum berbasis hasil atau Outcome-Based Education (OBE).

Chief Marketing Officer SEVIMA, Andry Huzain, S.Kom menyampaikan, bahwa kegiatan tahunan ini menjadi ruang strategis bagi para pimpinan kampus untuk memperkuat sinergi dan mempercepat adopsi digitalisasi pendidikan tinggi di Indonesia.

SEVIMA
Chief Marketing Officer SEVIMA, Andry Huzain, S.Kom. Sumber Foto : dnd/bpn

“Sampai tahun 2025, sudah ada 1.200 kampus yang tergabung dalam Komunitas SEVIMA. Kami terus mendorong digitalisasi pendidikan tinggi secara gotong-royong agar transformasi akademik bisa dirasakan merata, termasuk di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar),” ujar Andry.

Baca Juga :  Semarakkan Dies Natalis ke-47, Wawali Arya Wibawa Resmi Lepas Peserta UNR RUN 2026

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 1,01 juta lulusan perguruan tinggi tercatat sebagai pengangguran terbuka pada tahun 2025. Kondisi ini menjadi perhatian serius para rektor yang hadir dalam Executive Workshop SEVIMA, karena menandakan adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri.

Direktur Politeknik Pariwisata Bali, Dr. Ida Bagus Putu Puja, M.Kes., menjelaskan bahwa OBE merupakan paradigma pendidikan yang berfokus pada hasil nyata dari proses pembelajaran.

“Dengan OBE, perguruan tinggi tidak hanya mencetak lulusan yang tahu teori, tapi juga mampu menerapkannya di dunia kerja. Misalnya di sektor pariwisata, lulusan harus bisa mempromosikan dan mengelola destinasi wisata secara nyata,” jelas Putu Puja.

Workshop ini merumuskan empat strategi utama untuk mengimplementasikan OBE secara efektif di lingkungan kampus:

  1. Kurikulum Lintas Program Studi dan Keahlian: Pendekatan kolaboratif lintas disiplin membantu setiap program studi berbagi best practices dan menyelaraskan capaian pembelajaran dengan kebutuhan industri. Prof. Wahyudi Agustiono, M.Sc., Ph.D., Guru Besar Universitas Trunojoyo Madura sekaligus Customer Strategic Manager SEVIMA mencontohkan, dalam bidang keperawatan, lulusan perlu dibekali kemampuan bahasa Inggris medis agar mampu bersaing secara global, terutama dengan lulusan luar negeri seperti Filipina.
  2. Pelatihan dan Pendampingan Dosen: Transformasi mindset dosen menjadi kunci utama. Melalui workshop, coaching clinic, dan capacity building, dosen didorong beralih dari pola teaching-based ke student-centered learning. Endang Kusmana, Direktur Politeknik Negeri Ketapang periode 2018–2022, menegaskan pentingnya peran dosen sebagai fasilitator pembelajaran yang menyiapkan mahasiswa menjadi lifelong learners di era AI dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
  3. Apresiasi dan Insentif: Pemberian penghargaan bagi dosen dan unit yang berhasil menerapkan OBE secara efektif menjadi strategi penting dalam membangun budaya mutu dan inovasi berkelanjutan.
  4. Digitalisasi Dokumen OBE: Digitalisasi menjadi fondasi utama untuk menjamin efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pelaksanaan OBE. Sistem digital memudahkan pelacakan capaian pembelajaran (CPL) secara real-time dan memperkuat bukti akreditasi institusi.
Baca Juga :  Antari Jaya Negara Dorong Akses Pendidikan Anak Usia Dini Berkualitas Lewat Program 1 Tahun Pra Sekolah

Pakar Digitalisasi Perguruan Tinggi SEVIMA, Aditya Rhesa Firmansah menambahkan, bahwa SEVIMA berkomitmen menjadi mitra strategis bagi kampus di seluruh Indonesia dalam menghadapi tantangan digitalisasi.

“Tugas kami adalah membantu perguruan tinggi menyelesaikan masalahnya. Digitalisasi menjadi solusi nyata agar kurikulum bisa diterapkan secara efektif, sehingga lulusan tidak hanya kompeten tetapi juga relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ungkap Aditya.

Sejak berdiri 22 tahun lalu, SEVIMA telah bertransformasi dari penyedia sistem informasi akademik berbasis proyek menjadi platform cloud-based yang digunakan lebih dari 1.200 kampus di Indonesia. Selain kampus besar, SEVIMA juga aktif mendampingi perguruan tinggi kecil agar mampu mengadopsi sistem digital dengan biaya terjangkau.

Baca Juga :  Sagung Antari Jaya Negara Ikuti Bina Posyandu Angkatan IV Tahun 2026

“Banyak kampus kecil yang tidak memiliki anggaran besar untuk membuat sistem sendiri. Karena itu, kami berupaya menghadirkan layanan digitalisasi dengan harga yang bisa dijangkau semua perguruan tinggi agar transformasi digital bisa merata,” pungkas Aditya.(dnd/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News