Kalahkan 12 Universitas Besar, Murid Smansapura Raih Medali Emas Pimnas 2025
Kalahkan 12 Universitas Besar, Murid Smansapura Raih Medali Emas Pimnas 2025. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Empat ilmuwan muda dari SMA Negeri 1 Amlapura (Smansapura) kembali mengharumkan nama Karangasem dan Bali di tingkat nasional. Lewat sebuah inovasi aplikasi penguatan literasi toleransi, mereka berhasil menyabet Juara I Pimnas 2025, Medali Emas Esai Bidang Teknologi, Juara Favorit Teknologi, hingga penghargaan paling bergengsi The Most Favorite Pimnas 2025 pada ajang Pekan Ilmuwan Muda Nasional (Pimnas) di Malang.

Tim Karya Ilmiah Remaja (KIR) Smansapura yang beranggotakan I Ketut Nararya Nusaridevasya, I Gusti Nyoman Kristian Dafa Adipramana, Ni Made Aisyhana Namitha Wimbawa, dan Ni Komang Siva Ojaspin, mengangkat isu toleransi karena melihat persoalan sosial tersebut masih memerlukan pendekatan kreatif dan edukatif.

Melalui observasi lapangan dan wawancara dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama Karangasem, mereka menemukan adanya kebutuhan mendesak untuk memperkuat literasi toleransi di kalangan remaja. Temuan inilah yang menjadi dasar lahirnya aplikasi edukasi berbasis teknologi tersebut.

Aplikasi yang mereka rancang berfungsi sebagai media belajar interaktif untuk mengenali bentuk intoleransi, mengasah empati, serta menumbuhkan wawasan keberagaman. Uji coba yang dilakukan di lingkungan sekolah menunjukkan respons sangat positif. Para murid merasa aplikasi ini mudah dipahami, relevan, dan menyenangkan digunakan.

Inovasi ini kemudian membawa mereka lolos sebagai finalis bidang teknologi. Di tahap ini, Smansapura bersaing dengan 12 universitas besar seperti Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, dan Politeknik Negeri Semarang. Meski menjadi satu-satunya tim dari jenjang SMA, mereka tampil percaya diri.

Visualisasi poster yang kuat, desain aplikasi yang terstruktur, serta analisis dampak sosial yang jelas membuat juri menetapkan mereka sebagai peraih Medali Emas Esai Bidang Teknologi.

Prestasi mereka bahkan berlanjut ke babak lintas bidang, berhadapan dengan para juara kategori pangan, pendidikan, kesehatan, hukum, pariwisata, hingga pertanian. Dalam presentasi final, tim Smansapura kembali mencuri perhatian karena mampu menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi solusi nyata dalam membangun budaya toleransi di era digital.

Pembina KIR Smansapura, I Gede Aries Pidrawan, mengungkapkan bahwa karya ini merupakan hasil perjalanan panjang, mulai dari pencarian ide, serangkaian observasi lapangan, hingga penyempurnaan visual dan teknis aplikasi. Kolaborasi dengan guru TIK sekolah turut memperkuat kualitas teknologi dalam karya tersebut.

“Keberhasilan Smansapura ini bukan hanya prestasi akademik, tetapi sekaligus pesan penting bagi dunia pendidikan, teknologi dapat menjadi jembatan untuk membangun toleransi, dan generasi muda memiliki kapasitas besar untuk menciptakan perubahan nyata,” jelasnya baru-baru ini.

Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa murid SMA juga mampu melampaui ekspektasi dan bersaing di kancah nasional, bahkan mengalahkan peserta dari universitas ternama. Smansapura kembali menegaskan posisinya sebagai sekolah dengan semangat inovasi yang kuat dan konsisten melahirkan generasi muda kreatif dan progresif.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News