Dari Lereng Batur ke Panggung Global, Kopi Kintamani dan Bambu Bangli Unjuk Gigi di Nusa Dua
Dari Lereng Batur ke Panggung Global, Kopi Kintamani dan Bambu Bangli Unjuk Gigi di Nusa Dua. Sumber Foto : tis/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, NUSA DUA – Kabupaten Bangli terus memperkuat potensi unggulannya melalui sektor kopi dan bambu. Melalui kegiatan Exhibition and Business Gathering Product Centra Coffee Kintamani & Centra IKM Bamboo Bangli yang digelar pada 1–3 November 2025 di Bali Collection, Nusa Dua, pemerintah daerah berupaya memperluas jejaring bisnis dan membuka peluang pasar ekspor bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program DAK Non Fisik Kementerian Perindustrian RI Tahun 2025 yang difokuskan untuk mendorong pertumbuhan, inovasi, dan daya saing industri lokal. Pameran ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan Kopi Kintamani yang telah dikenal sebagai salah satu ikon wisata Kabupaten Bangli, serta produk kerajinan bambu yang bernilai seni tinggi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangli, Nasrudin, S.H., M.M., mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas promosi produk, tetapi juga wadah penting untuk membangun jejaring kemitraan dengan pelaku usaha, hotel, dan restoran, khususnya di kawasan Bali.

Baca Juga :  Dosen ITB STIKOM Bali Dorong UMKM Mami Rasa Naik Kelas Lewat Digitalisasi dan Bantuan Alat Produksi

“Yang utama kami harapkan dari kegiatan ini adalah terbukanya jaringan komunikasi antara pelaku IKM kopi dan bambu di Bangli dengan para pelaku usaha di Bali. Dengan begitu, akan terbuka jalan menuju transaksi dan kerja sama di masa mendatang,” ujarnya.

Nasrudin menambahkan, IKM kopi di Bangli mulai terbentuk sejak 2023, sementara sentra bambu baru berdiri pada 2024. Melalui berbagai kegiatan promosi seperti Trade Expo Indonesia 2025 dan pameran ini, diharapkan peluang ekspor semakin terbuka.

“Sudah ada kontak dan pemesanan dari beberapa pengusaha luar negeri maupun luar pulau. Kualitas produk kopi Kintamani kami jamin unggul karena peralatannya sudah berstandar internasional,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, cita rasa khas Kopi Arabika Kintamani berasal dari sistem tanam tumpang sari dengan jeruk di area perkebunan.

“Kopi Kintamani punya keunikan karena tidak ditanam secara monokultur. Di lahannya tumbuh juga jeruk, sehingga menghasilkan rasa sedikit asam yang menjadi ciri khasnya,” jelas Nasrudin.

Baca Juga :  Dari Warung Sembako ke Pusat Transaksi, Agen BRILink di Klungkung Layani Hingga 150 Transaksi per Hari

Saat ini, Sentra Kopi Kintamani memiliki 38 pelaku IKM, sementara Sentra Bambu Bangli menampung sekitar 58 pengrajin. Produk kopi telah dipasarkan di kawasan Bangli dan sekitarnya, termasuk dipajang di UNCLE JOE – Toko Oleh-Oleh Premium di Bali Collection Nusa Dua.

Sementara itu, Pembina Industri Ahli Madya IKM PFBB Kementerian Perindustrian, Wahyu Fitrianto, menjelaskan bahwa dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan IKM kopi dan bambu di Bangli telah berlangsung sejak 2023 melalui skema DAK.

“Pada 2023, kami memberikan DAK sekitar Rp9 miliar untuk sentra kopi, dan Rp5,4 miliar pada 2024 untuk sentra bambu. Dana ini digunakan untuk pembangunan ruang produksi, pengadaan peralatan, serta pendampingan dan sertifikasi,” paparnya.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, Kabupaten Bangli dinilai berhasil memanfaatkan dana DAK dengan baik.

“Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengelolaan dua sentra ini sangat profesional. Kami bersyukur program DAK benar-benar dimanfaatkan optimal oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bangli,” kata Wahyu.

Baca Juga :  BRI Region 17 Denpasar Tegaskan Media sebagai Mitra Strategis Penguatan Kepercayaan Publik

Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan bahwa pemilihan Bangli sebagai penerima DAK tematik pariwisata didasarkan pada penetapan lokasi prioritas (lokpri) dari Bappenas, yang menempatkan Bangli sebagai wilayah strategis pengembangan wisata berbasis komunitas dan produk lokal.

“DAK tematik pariwisata diberikan berdasarkan usulan dari pemerintah daerah yang memiliki komoditas unggulan di wilayah prioritas. Bangli dipilih karena memiliki potensi besar di sektor kopi dan bambu,” jelasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangli, Nasrudin, S.H., M.M., dan Pembina Industri Ahli Madya IKM PFBB Kementerian Perindustrian, Wahyu Fitrianto. Sumber Foto : tis/bpn
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangli, Nasrudin, S.H., M.M., dan Pembina Industri Ahli Madya IKM PFBB Kementerian Perindustrian, Wahyu Fitrianto. Sumber Foto : tis/bpn

Untuk tahun 2025, Kementerian Perindustrian tidak lagi memberikan DAK fisik, melainkan DAK Non Fisik senilai Rp3,5 miliar yang diarahkan untuk kegiatan pendampingan, perluasan pasar, dan temu bisnis seperti pameran kali ini.

Melalui kegiatan Bamboo & Coffee Exhibition and Business Gathering 2025, diharapkan produk-produk unggulan Bangli dapat menembus pasar nasional bahkan internasional. Pemerintah Kabupaten Bangli optimistis penguatan sektor IKM ini akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.(tis/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News