BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bali menggelar Temu Wirasa Stakeholders 2025 dengan tema “Bali Bangkit dan Bersinar: Semangat Baru, Sinergi Kuat, Ekonomi Tumbuh.” Acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus apresiasi bagi para pemangku kepentingan yang telah berperan aktif mendukung kinerja ekonomi dan kebijakan Bank Indonesia sepanjang tahun 2025.
Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani, ini diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari pameran UMKM, talkshow tematik, kompetisi artikel, hingga pemberian penghargaan kepada mitra survei terbaik.
Dalam sambutannya, Erwin mengungkapkan bahwa perekonomian Bali tetap menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan mencapai 5,88% (yoy) pada triwulan III 2025, melampaui pertumbuhan nasional yang sebesar 5,04%. Sementara inflasi Oktober 2025 juga terjaga di 2,61% (yoy), masih dalam rentang sasaran 2,5±1%.
“Capaian positif ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama para responden survei dan mitra kerja yang membantu menyediakan data akurat bagi perumusan kebijakan,” ujar Erwin.
Menurutnya, selama 2025 BI Bali telah melakukan 11 survei rutin dan 695 wawancara mendalam dengan pelaku usaha serta masyarakat untuk memotret kondisi ekonomi secara lebih komprehensif.
Luh Ayu Aryani menambahkan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, perbankan, asosiasi, akademisi, dan pelaku usaha.
“Kuncinya memperkuat sinergi dan kerja sama untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif dan berkelanjutan,” tuturnya.
Sebagai bentuk apresiasi, BI Bali menganugerahkan penghargaan kepada mitra terbaik, di antaranya PT Aditya Sentana, Bappenda Provinsi Bali, PT Wahana Wirawan, serta BPD Bali, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), dan The Stones Hotel. Penghargaan juga diberikan kepada asosiasi sektor pariwisata seperti Bali Tourism Board, Bali Hotels Association, ASITA, dan PHRI Provinsi Bali.
Sesi talkshow yang dipandu komedian Cak Lontong menghadirkan dua narasumber inspiratif: aktris dan pengusaha Happy Salma, serta Djoko Kurniawan, konsultan bisnis senior. Happy Salma berbagi pandangan tentang storytellingbudaya sebagai identitas merek dan penggerak nilai tambah ekonomi lokal. Sementara Djoko menekankan pentingnya strategi bisnis yang sederhana namun efektif: “Amati, tiru, modifikasi,” ujarnya.
Menutup acara, Erwin menegaskan komitmen BI Bali untuk terus memperkuat kerja sama lintas pemangku kepentingan dalam membangun ekonomi daerah yang tangguh dan berkelanjutan.
“Dengan semangat baru dan sinergi kuat, Bali siap menyongsong tahun 2026 dengan optimisme,” pungkasnya.(*/bpn)













