Petrus
Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra saat ditemui di Denpasar, Jumat (10/10/2025). Sumber Foto : tis/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali memastikan proses pemulihan instalasi listrik pascabencana banjir di sejumlah wilayah Bali telah rampung seluruhnya dalam waktu tiga hari. Pemulihan cepat dilakukan berkat penerapan sistem ‘fast response’ dan penggunaan peralatan bergerak (mobile) untuk menggantikan komponen yang rusak akibat terendam air.

Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat sejak hari pertama bencana untuk memastikan keselamatan masyarakat dan meminimalkan dampak kerusakan pada jaringan listrik.

“Untuk perbaikan instalasi PLN yang terdampak akibat bencana sudah pulih sekitar H+3. Sementara untuk pelanggan umum sebagian besar sudah menyala pada tanggal 10,” ungkap Petrus, ditemui di Denpasar, Jumat (10/10/2025).

Menurutnya, sejumlah gardu mengalami kerusakan cukup parah, salah satunya di Rumah Sakit Wangaya, Denpasar. Proses normalisasi dilakukan secara bertahap, dimulai dengan pemasangan perangkat bergerak sebagai pengganti sementara sebelum komponen permanen diganti dengan yang baru.

Baca Juga :  Capaian PLN Bali Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik, 196 Unit SPKLU Dukung Mobilitas Masyarakat

“Kami menggunakan dua cara. Pertama, langkah darurat dengan peralatan bergerak sebagai pengganti sementara agar pelanggan bisa segera menyala. Setelah itu, perangkat permanen baru kami pasang untuk menggantikan yang rusak,” jelasnya.

Petrus menegaskan bahwa PLN melakukan pemantauan ketinggian air secara berkala di setiap lokasi berisiko. Begitu air mulai mendekati peralatan bertegangan, tim langsung melakukan pemadaman demi keamanan masyarakat dan aset PLN.

“Banjir ini kan naiknya bertahap. Jadi teman-teman di pelayanan memonitor tinggi air. Kalau dirasa sudah cukup membahayakan, maka kami padamkan demi keamanan bersama,” katanya.

Setelah air surut, PLN melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap instalasi. Jika peralatan hanya basah, dilakukan pembersihan dan pengeringan sebelum dioperasikan kembali. Namun, jika ditemukan kerusakan, peralatan akan segera diganti menggunakan sistem mobile untuk mempercepat proses pemulihan.

Baca Juga :  Anti Kedip Selama PKB XLVIII 2026, PLN Pastikan Pertunjukan Seni Berjalan Maksimal

Dalam upaya pemulihan, PLN mengerahkan personel dari beberapa unit kerja, terutama UP3 Bali Selatan dan UP3 Bali Timur yang menjadi wilayah paling terdampak. Sementara di Bali Utara, sebagian jaringan mengalami gangguan akibat tanah longsor dan angin kencang.

“Kami kerahkan personel semaksimal mungkin dari berbagai UP3. Semua sumber daya dan material pengganti dikerahkan agar pemulihan bisa lebih cepat,” ujar Petrus.

Ke depan, PLN akan melakukan evaluasi dan perencanaan ulang terhadap lokasi instalasi yang berisiko, termasuk kemungkinan peninggian posisi peralatan agar lebih aman dari potensi banjir.

“Beberapa daerah sebenarnya sudah dilakukan peninggian berdasarkan evaluasi kejadian sebelumnya. Untuk yang terdampak kemarin, masih dalam tahap perencanaan agar ke depan bisa lebih aman,” tambahnya.

Baca Juga :  Dukung Pembangunan di Bali, PLN Ajak Masyarakat Wujudkan Bangunan Aman dan Listrik Andal

Petrus juga menyebutkan bahwa sejumlah pegawai PLN turut menjadi korban banjir. Sebagai bentuk solidaritas, PLN UID Bali bersama PLN Group melakukan penggalangan dana internal untuk membantu rekan-rekan yang terdampak.

“Memang tidak bisa mengganti kerugian sepenuhnya, tapi setidaknya kami menunjukkan rasa kebersamaan dan solidaritas antarsesama pegawai,” ujarnya.

Menutup wawancara, Petrus mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat terjadi bencana. Ia menegaskan bahwa langkah pemadaman listrik saat banjir adalah prosedur keselamatan wajib yang perlu dipahami bersama.

“Kalau peralatan listrik sudah dekat dengan air, kami pasti padamkan. Mohon dimaklumi, karena ini untuk menjaga keselamatan bersama. Kami juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan agar aliran air tidak tersumbat dan banjir tidak terulang,” tutupnya.(tis/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News