Perumda Tirta Tohlangkir Ambil Alih Kerugian Konsumen Dampak Manipulasi Meteran
Perumda Tirta Tohlangkir Ambil Alih Kerugian Konsumen Dampak Manipulasi Meteran. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Perumda Tirta Tohlangkir (PDAM Karangasem) memastikan pelanggan tidak akan dirugikan terkait dugaan manipulasi pencatatan meteran air oleh oknum staf di Kecamatan Rendang. Seluruh kerugian konsumen akan ditanggung perusahaan melalui program CSR.

Hal tersebut disampaikan Direktur Perumda Tirta Tohlangkir, I Komang Aryadi Parwatha, usai menggelar pertemuan dengan lima perbekel di Kecamatan Rendang pada Jumat (3/10/2025).

“Ya, tadi kita undang lima perbekel untuk membahas keluhan pelanggan di Rendang. Kami sudah sampaikan hasil konsultasi dengan BPKP Bali. Nanti akan dilakukan pendataan terlebih dahulu, dan seluruh kerugian sepenuhnya akan ditanggung perusahaan melalui CSR,” jelas Parwatha.

Baca Juga :  Setengah Abad Perumda Tirta Tohlangkir, DPRD Dorong Pemerataan Layanan Air Bersih

Saat ini, jumlah pelanggan PDAM di Kecamatan Rendang tercatat sekitar 4.000 sambungan. Namun, pihak perusahaan belum bisa memastikan berapa banyak pelanggan yang terdampak akibat manipulasi data meteran tersebut.

“Kita akan data dulu agar jelas selisihnya. Yang pasti, atas kondisi ini, kami tidak ingin merugikan pelanggan,” tegasnya.

Sebelumnya, Perumda Tirta Tohlangkir telah melayangkan surat peringatan (SP) kepada seorang staf yang bertugas di Rendang. Oknum tersebut terbukti melakukan pencatatan meter dari meja kerja tanpa turun langsung ke lapangan. Data pemakaian yang diunggah hanya berupa rata-rata, bukan hasil pembacaan meteran sebenarnya.

Baca Juga :  Tiga Hari Tanpa Air, Ratusan Pelanggan PDAM di Seraya Karangasem Kesulitan Air Bersih

Dari hasil penelusuran internal, praktik manipulasi itu berlangsung sejak Februari hingga Juni 2025. Kasus ini terungkap setelah sistem pencatatan barcode pelanggan menunjukkan lonjakan pemakaian tidak wajar, yang membuat sejumlah pelanggan kaget dengan tagihan yang melonjak tajam.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News