
BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Gerakan melawan buta huruf di Kabupaten Karangasem terus digencarkan. Ketua TP PKK Kabupaten Karangasem, Ny. Mas Parwata, turun langsung ke sekolah-sekolah dasar untuk menyalakan kembali semangat literasi anak-anak melalui program Mobil Perpustakaan Keliling serta apresiasi terhadap inovasi sekolah dalam membangun budaya baca di lingkungan pendidikan dasar.
Fenomena sejumlah siswa SD kelas atas yang belum lancar membaca menjadi perhatian serius bagi TP PKK Karangasem. Menjawab kondisi tersebut, Pokja II TP PKK Karangasem di bawah kepemimpinan Ny. Mas Parwata bergerak cepat melalui Gerakan Gemar Membaca, dengan dua fokus utama: memperluas akses terhadap bahan bacaan dan mendorong kreativitas sekolah dalam menciptakan ruang literasi yang menarik dan kontekstual.
Dalam kunjungan ke SDN 2 dan SDN 3 Amertha Buana, Senin (27/10/2025), Ny. Mas Parwata bersama tim membawa Mobil Perpustakaan Keliling berisi ratusan buku anak. Ia berinteraksi langsung dengan para siswa, membantu mereka memilih bacaan yang sesuai, serta memotivasi agar kegiatan membaca menjadi bagian dari keseharian.
“Kami tidak hanya membawa buku, tapi juga membawa semangat agar anak-anak Karangasem mencintai membaca. Literasi adalah pintu masa depan,” ujar Ny. Mas Parwata, Senin (27/10/2025).
Selain menghadirkan bacaan baru, Ny. Mas Parwata juga memberikan apresiasi kepada sekolah yang menampilkan kreativitas luar biasa, seperti inovasi ‘Perpustakaan Tanaman’, sebuah konsep di mana setiap tanaman di halaman sekolah dilengkapi label berisi nama dan deskripsi yang wajib dibaca siswa. Cara ini dinilai efektif dalam menumbuhkan minat baca sekaligus memperkenalkan ilmu pengetahuan alam secara kontekstual.
Tak hanya fokus pada literasi, kegiatan ini juga dirangkai dengan edukasi lingkungan. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua PSBS PADAS (Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber), Ny. Mas Parwata menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Semua sajian dalam kegiatan ini berupa snack lokal tanpa plastik, seperti ubi, pisang, dan kedelai rebus yang dibungkus daun pisang dan daun kelapa — menjadi simbol komitmen terhadap gaya hidup ramah lingkungan. Siswa juga diajak untuk membawa tumbler sendiri serta membiasakan memilah sampah dari sumbernya.
“Generasi cerdas bukan hanya yang bisa membaca, tetapi juga yang peduli pada alam dan lingkungan tempat ia tumbuh. Literasi dan kepedulian lingkungan adalah dua hal yang harus berjalan seiring,” tegasnya.
Melalui gerakan penuh semangat dan kasih ini, Ny. Mas Parwata berharap budaya literasi dan kesadaran lingkungan dapat tumbuh di setiap sekolah di Karangasem. Dengan demikian, tidak ada lagi anak yang tertinggal dalam kemampuan membaca, dan setiap siswa tumbuh menjadi insan cerdas, berkarakter, serta peduli terhadap bumi yang mereka tinggali.(adv/bpn)












