BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM — Situasi di Desa Adat Bugbug, Kecamatan Karangasem, kembali memanas pada Senin (13/10/2025), setelah dua kelompok warga yang tengah berselisih kembali terlibat ketegangan. Aksi saling dorong sempat terjadi hingga membuat aparat kepolisian harus bekerja ekstra untuk meredam situasi.
Kasi Humas Polres Karangasem, Ipda I Nengah Artono, mengungkapkan bahwa pihaknya menurunkan sedikitnya 258 personel gabungan untuk mengendalikan keadaan. Pasukan tersebut terdiri atas anggota Polres Karangasem dan personel Dalmas dari sejumlah polsek jajaran.
“Sekitar 80 persen kekuatan Polres dikerahkan untuk pengamanan. Sementara untuk backup dari Polda Bali belum diturunkan, namun tetap siaga melihat perkembangan di lapangan,” ujar Artono, Senin (13/10/2025).
Dijelaskan, ketegangan bermula ketika salah satu kelompok warga menggelar paruman di Wantilan Desa Adat Bugbug. Tak lama berselang, kelompok lain datang dengan tujuan menghentikan kegiatan tersebut. Kondisi pun memanas dan berujung pada aksi saling dorong serta teriakan antara kedua belah pihak.
Aparat kepolisian yang sudah bersiaga langsung bergerak cepat melakukan mediasi dan negosiasi bersama tokoh-tokoh dari kedua pihak. Hasilnya, salah satu kelompok akhirnya memilih meninggalkan lokasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Artono menegaskan, hingga Senin malam situasi di Bugbug sudah mulai berangsur kondusif. Namun, Polres Karangasem tetap menyiagakan personel di lokasi untuk mencegah potensi gesekan lanjutan.
“Brimob dan personel Polda Bali juga tetap dalam posisi standby apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” pungkasnya.(st/bpn)













