BI Bali Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Lewat Investasi Strategis dan Digitalisasi. sumber foto : BI Bali

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali terus memperkuat komitmennya dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah melalui empat strategi utama: akselerasi investasi proyek strategis dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), pengembangan pariwisata berkualitas, peningkatan produktivitas pertanian, serta perluasan digitalisasi sistem pembayaran.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan hal itu dalam kegiatan Balinomics yang digelar pada Selasa (17/10/2025). Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah diseminasi perkembangan ekonomi dan kebijakan terkini yang diharapkan memperkuat fondasi transformasi ekonomi Bali.

“Pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan II 2025 mencapai 5,95 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Kinerja ini ditopang sektor pariwisata, konstruksi, perdagangan, serta transportasi dan pergudangan,” ujar Erwin. Ia menambahkan, BI telah menurunkan suku bunga acuan menjadi 4,75 persen guna memperkuat daya beli masyarakat dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Bali Butet Linda menuturkan, kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Bali tetap kuat. Hingga September 2025, realisasi investasi telah mencapai 52,6 persen dari target, didorong oleh dua KEK unggulan, yakni Sanur dan Kura-Kura Bali, yang masuk dalam kategori investasi terbaik secara nasional.

“Investasi berbasis kawasan menjadi penggerak utama ekonomi Bali ke depan, sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menekankan pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya. Butet juga menekankan pentingnya penguatan Quality Tourismdengan berbagai langkah konkret, seperti sistem tiket digital di destinasi wisata, aplikasi terintegrasi Love Bali, serta optimalisasi forum kerja sama pusat dan daerah.

Dari sisi digitalisasi sistem pembayaran, Yusuf Wicaksono dan Nindy, tim kebijakan sistem pembayaran BI Bali, menjelaskan bahwa ada empat fokus utama digitalisasi, yaitu pada sektor bansos, transportasi, transaksi pemerintah daerah, dan ekosistem pariwisata. Hingga Agustus 2025, jumlah transaksi QRIS di Bali mencapai 1,1 juta transaksi, tumbuh 4,7 persen (yoy) dengan 1 juta merchant yang meningkat 16,2 persen (yoy).

“QRIS lintas negara juga terus meningkat, menunjukkan semakin banyak wisatawan asing yang memanfaatkan sistem pembayaran digital saat berkunjung ke Bali,” kata Nindy.

BI Bali menilai kombinasi investasi produktif, pariwisata berkualitas, produktivitas pertanian, dan digitalisasi ekonomi akan menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif dan berkelanjutan. (bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News