Yayasan Sahabat Multi Bintang Luncurkan Kapal Pembersih Sampah Laut OTTER untuk Bali yang Lebih Bersih. sumber foto : istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Yayasan Sahabat Multi Bintang (YSMB) bekerja sama dengan organisasi lingkungan Seven Clean Seas (SCS) resmi meluncurkan Offshore & Tidal Trash Elimination Rig (OTTER), kapal pengumpul limbah laut yang dirancang untuk mengurangi volume sampah di perairan Bali dan mendukung ekosistem laut yang lebih sehat.

Kapal ini menjadi bagian dari upaya menjaga pariwisata berkelanjutan di Bali dengan mencegah sampah laut mencapai pantai dan habitat laut. YSMB, yayasan sosial yang didirikan PT Multi Bintang Indonesia Tbk pada 2017, memadukan program konservasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal, dan dukungan pada agenda pariwisata nasional, khususnya di Bali.

OTTER beroperasi di koridor Sanur–Serangan–Benoa selama 11 bulan dan dibagi dalam dua fase. Fase pertama, yang berlangsung dari 11 Agustus hingga 2 September, berfungsi sebagai uji coba operasional, pengumpulan data limbah, pemantauan faktor lingkungan, serta penyesuaian pemilahan sampah dengan TPS3R (Tempat Pembuangan Sampah Reuse-Reduce-Recycle). Hasil uji coba menunjukkan OTTER berhasil mengumpulkan 23 kilogram sampah plastik, termasuk saset, bungkus makanan, busa, stirofoam, dan botol plastik. Selain itu, kapal ini juga mengumpulkan 742 kilogram material organik seperti rumput laut dan ganggang, yang kemudian disumbangkan ke Pulau Penyu.

Chairperson YSMB, Deny Giovanno, menjelaskan, Inisiatif ini tidak hanya melindungi ekosistem laut, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui berbagai program lingkungan dan sosial.

“Dengan OTTER, kami ingin menunjukkan bahwa perlindungan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan, mendukung pariwisata bertanggung jawab di Bali,”ungkapnya.

Tanjung Benoa, Titik Fokus Operasi
OTTER akan menyesuaikan rutenya dengan arus air musiman dan pola penumpukan sampah, dengan fokus utama di sekitar Tanjung Benoa, titik pertemuan beberapa sungai yang rawan limbah terapung.

CEO Seven Clean Seas, Tom Peacock-Nazil, menambahkan, Tanjung Benoa dekat dengan hotel, restoran, dan kafe sehingga rawan sampah laut. Operasi pembersihan harian kami mencegah penyebaran limbah ke area lebih luas dan merusak ekosistem laut.

Sampah yang dikumpulkan akan disortir di TPS3R Panca Lestari, diolah sesuai jenisnya: sampah daur ulang menuju pelaku daur ulang bersertifikat, sampah organik menjadi kompos, dan sampah non-daur ulang dibuang secara bertanggung jawab di TPA regional. Upaya ini sejalan dengan strategi nasional pengelolaan sampah Indonesia.

Operasi Penuh dan Pemberdayaan Masyarakat
Sejak 3 September, OTTER telah beroperasi penuh dengan pengumpulan rutin dan pemantauan real-time melalui platform transparansi data Seven Clean Seas, Periscope. Evaluasi mingguan dan bulanan digunakan untuk memperluas operasi ke zona mangrove dan area rawan sampah lainnya.

Selain pembersihan, OTTER juga menjadi katalis pemberdayaan masyarakat. Program ini melibatkan Sekaa Teruna Teruni (STT) melalui kegiatan edukasi, pelatihan pengelolaan limbah berkelanjutan, kepemimpinan lingkungan, dan praktik pariwisata ramah lingkungan bagi pemuda lokal.

Inisiatif OTTER menjadi wujud komitmen YSMB dan Multi Bintang Indonesia dalam program keberlanjutan “Brew a Better World,” yang menekankan perlindungan lingkungan sekaligus menciptakan manfaat bagi masyarakat. (*/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News