BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Nestapa tengah dialami keluarga I Nengah Sujana (53), warga Banjar Dinas Tengah, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem. Pria yang dulunya menjadi tulang punggung keluarga itu kini hanya bisa terbaring lemah akibat penyakit saraf kejepit yang dideritanya sejak setahun terakhir.
Sejak jatuh sakit, Sujana tak lagi mampu beraktivitas normal. Kedua tangan dan kakinya lemas, bahkan untuk makan dan mandi ia harus dibantu oleh sang istri, Ni Putu Dodik Arseni (37). Padahal sebelumnya, Sujana dikenal sebagai sosok pekerja keras yang menafkahi keluarganya.
“Awalnya hanya tangan dan kaki kanan yang lemas, tapi masih bisa beraktivitas. Namun lima bulan terakhir kondisinya semakin memburuk. Kedua tangan tidak bisa diangkat, kaki juga lemas tidak kuat berjalan,” tutur Sujana, Jumat (19/9/2025).
Hasil pemeriksaan medis menyebutkan Sujana mengalami saraf kejepit di bagian leher. Awalnya sempat dikira stroke, namun dokter menegaskan kondisinya berbeda. Ia menduga, kecelakaan kerja yang dialaminya lima tahun lalu menjadi penyebab utama sakit yang kini dideritanya.
“Dulu saya sempat jatuh saat kerja sampai tak sadarkan diri. Mungkin itu yang jadi pemicunya,” ucapnya lirih.
Kini, beban keluarga sepenuhnya berada di pundak Arseni. Ia harus menghidupi suami dan empat anak mereka—si bungsu masih berusia 3 tahun, sementara anak sulung baru saja lulus SMK—seraya merawat sang suami.
Untuk bertahan hidup, Arseni membuka usaha laundry kecil-kecilan di depan rumah sambil membuat canang. Meski hasilnya minim karena banyak pesaing, ia tetap bersyukur masih ada sumber penghasilan.
“Kami hanya bisa bertahan dengan apa yang ada. Omzet laundry sepi, hasil canang juga tidak seberapa. Tapi harus tetap dijalani, karena anak-anak harus makan,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Lebih menyedihkan lagi, meski sudah menetap di Karangasem sejak 2015, keluarga ini mengaku belum pernah tersentuh bantuan pemerintah. Padahal, kondisi mereka semakin memprihatinkan sejak Sujana jatuh sakit.
Kisah keluarga ini akhirnya mendapat perhatian Nyonya Wakil Bupati Karangasem, Anggreni Pandu Lagosa. Bersama Owner Villa Loid’s, Ni Wayan Suparmi, ia mengunjungi kediaman Sujana pada Jumat (19/9/2025), sekaligus menyerahkan bantuan kursi roda dan paket sembako.
Dalam kunjungan itu, Anggreni menekankan pentingnya peran pemerintah desa dalam melakukan pendataan. Ia berharap perangkat desa lebih proaktif sehingga warga yang benar-benar membutuhkan dapat segera terjangkau bantuan.
“Seharusnya perangkat desa lebih jeli mendata warga yang memang membutuhkan. Mungkin sebelumnya keluarga ini masih bisa bekerja, tetapi saat ini jelas memerlukan bantuan,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui masih ada kendala teknis di lapangan. Beberapa warga yang sudah didata justru namanya tidak bisa masuk ke dalam sistem. Menurutnya, persoalan ini perlu segera dicarikan solusi oleh dinas terkait agar tidak ada lagi warga miskin yang luput dari bantuan.(st/bpn)













