
BALIPORTALNEWS.COM, NUSA DUA – Schneider Electric™, pemimpin global dalam transformasi digital untuk pengelolaan energi dan otomasi, kembali menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui Innovation Day 2025 di Bali. Mengusung tema “Powering Bali’s Sustainable Future with Net-Zero Buildings”, acara ini menutup rangkaian Innovation Day tahun ini.
Forum tersebut menghadirkan diskusi, kolaborasi lintas sektor, serta demo teknologi inovatif untuk mempercepat adopsi bangunan dan hunian rendah emisi, sejalan dengan target Indonesia Net Zero Emission 2060 dan Bali Net Zero Emission 2045.
Sebagai destinasi wisata dunia, Bali mencatat pertumbuhan pesat sektor properti dan hospitality. Pada 2024, sektor real estate menyumbang Rp11,45 triliun atau 3,84% terhadap PDRB Bali. Namun, tingginya konsumsi energi masih menjadi tantangan. Hotel bintang lima di Bali, misalnya, rata-rata menggunakan 183 kWh per kamar per hari, lebih tinggi dibandingkan Jakarta dan Yogyakarta.
Kondisi ini menegaskan perlunya strategi efisiensi energi agar Bali dapat menjadi pionir pembangunan rendah karbon di Indonesia.
Kepala Balai Teknik Sains Bangunan Kementerian PUPR, Fajar Santoso Hutahaean, menegaskan pentingnya penerapan Bangunan Gedung Hijau dan Cerdas.
“Sektor bangunan dan hunian memegang peran besar dalam konsumsi energi sekaligus potensi pengurangan emisi. Penerapan Bangunan Gedung Hijau dan Bangunan Gedung Cerdas menjadi fondasi untuk memastikan pembangunan efisien, aman, dan berkelanjutan,” jelasnya.
President Director Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, Martin Setiawan, juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Transformasi menuju bangunan dan hunian berkelanjutan hanya dapat tercapai jika pemerintah, industri, dan masyarakat bergerak bersama. Komitmen kami adalah menghadirkan teknologi yang memberi dampak positif sekaligus menjembatani kemajuan dan keberlanjutan,” ujarnya.
Senada, Ketua Umum Himpunan Ahli Elektro Indonesia (HAEI), Ir. Achmad Sutowo Sutopo, menambahkan bahwa teknologi harus ditopang SDM unggul.
“Teknologi hanya akan efektif bila ditopang oleh kesiapan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan visioner. Karena itu, HAEI terus mendorong peningkatan kapasitas tenaga ahli elektro melalui pelatihan, sertifikasi, dan forum keilmuan,” katanya.
Dalam kesempatan ini, Schneider Electric meluncurkan Vivace E, rangkaian saklar dan stopkontak modern dengan fitur keamanan tinggi. Selain itu, juga diperkenalkan EcoStruxure™ Building Operation 7.0, platform manajemen gedung terintegrasi yang mendukung efisiensi operasional sekaligus menekan emisi.
Berbagai solusi digital lain seperti EcoStruxure Guest Room Management Solutions, SM AirSet™, EVLink, hingga Offgrid Portable Power Station juga ditampilkan di Innovation Hub.
Dengan rangkaian inisiatif ini, Schneider Electric berharap dapat memperkuat peran Bali sebagai contoh pembangunan berkelanjutan di Indonesia.(tis/bpn)












