BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Erajaya Group melalui jaringan retail erafone terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan dengan mengusung program Extended Producer Responsibility (EPR). Langkah ini menjadi wujud nyata tanggung jawab perusahaan dalam memastikan produk elektronik dikelola hingga akhir siklus hidupnya.
Group Chief of HC, GA, Litigation & CSR Erajaya Group, Jimmy Perangin Angin, menegaskan bahwa prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) telah menjadi fondasi utama operasional perusahaan.
“Implementasi EPR yang kami terapkan adalah dengan langkah sederhana yaitu menyiapkan dropbox di toko-toko erafone. Konsumen bisa membawa perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai ke dropbox erafone Jaga Bumi. Dengan cara ini, kita tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga bersama-sama membangun ekosistem pengelolaan e-waste yang inklusif, terstruktur, dan berkelanjutan,” jelas Jimmy dalam konferensi pers Harmoni Bumi Bebas E-Waste di Denpasar, Kamis (18/9/2025).
Ia menambahkan, Indonesia kini menghadapi tantangan serius terkait timbulan sampah elektronik. Merujuk data Global E-Waste Monitor 2024, pertumbuhan e-waste secara global lima kali lebih cepat dibandingkan kapasitas daur ulang dunia. Di Indonesia sendiri, jumlah e-waste diperkirakan meningkat dari 2,1 juta ton pada 2023 menjadi 4,4 juta ton pada 2030. Kondisi ini, kata Jimmy, berpotensi menjadi ancaman nyata bagi lingkungan, kesehatan, maupun masyarakat.
Melalui program erafone Jaga Bumi, Erajaya mencatat capaian positif dengan mengumpulkan 2.255 unit e-waste secara nasional. Dampak lingkungan dari capaian tersebut setara dengan pengurangan emisi karbon sebesar 161.700 kg CO₂, penghematan energi sekitar 301.261 kWh, serta pengurangan kebutuhan lahan TPA hingga 10 m².
“Angka-angka ini membuktikan bahwa langkah kecil dari konsumen, jika difasilitasi dengan benar, dapat memberikan dampak lingkungan yang signifikan dan terukur,” tegas Jimmy.
Sementara itu, Head of Corporate and Marketing Communication Erajaya Group, Stephen Warouw menyampaikan bahwa program ini akan terus diperluas.
“Kampanye ini memang baru kami lakukan di tahun ini dan ternyata responnya sangat positif. Terbukti sudah lebih dari 2.000 e-waste yang berhasil kami kumpulkan yang setara dengan penghematan energi sekitar 300 ribu kWh. Tentunya kampanye ini akan terus kami lanjutkan, tidak hanya di Jakarta atau Bali tapi juga ke kota-kota lain,” jelas Stephen.
Stephen menambahkan, erafone berencana memperluas kerja sama dengan berbagai pihak untuk menguatkan kampanye Jaga Bumi.
“Selain di Bali dan Jakarta, dropbox e-waste akan hadir di lebih banyak toko erafone di wilayah Indonesia sebagai bagian dari komitmen menjaga bumi untuk generasi mendatang,” tutup Stephen dalam wawancara dengan awak media.(tis/bpn)













