Nelayan
Cuaca Buruk, Nelayan di Ujung Lego Jangkar. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah perairan Karangasem dalam beberapa hari terakhir memaksa sebagian besar nelayan di pesisir Ujung, Kecamatan Karangasem, untuk menghentikan aktivitas melaut. Tingginya gelombang laut disertai angin kencang membuat nelayan memilih lego jangkar demi keselamatan.

Ketua Kelompok Nelayan Inti Samudra, Mahmud (46), mengungkapkan bahwa kondisi cuaca mulai memburuk sejak tiga hari terakhir. Menurutnya, hanya sebagian kecil nelayan yang menggunakan speed boat masih berani turun melaut, sementara nelayan dengan perahu jukung memilih bertahan di daratan.

“Beberapa nelayan yang pakai speed boat masih berani melaut, tapi yang memakai jukung tidak berani karena sangat berbahaya. Tadi pagi ada yang melaut 4 orang, saya juga sempat mau turun tapi tidak jadi setelah melihat kondisi ombak,” ungkap Mahmud saat ditemui, Selasa (29/7/2025).

Ia menambahkan, fenomena cuaca ekstrem seperti ini memang rutin terjadi menjelang Agustus dan biasanya berlangsung hingga tiga bulan ke depan. Ombak tinggi dan angin timur yang kencang menjadi tantangan tahunan bagi nelayan di kawasan tersebut.

Akibat kondisi tersebut, sebagian besar nelayan pun kehilangan sumber penghasilan harian. Untuk menyiasatinya, ada yang memilih sementara beralih menjadi petani, sementara yang lain memanfaatkan waktu libur ini untuk memperbaiki peralatan melaut seperti jaring dan mesin perahu.

Yang cukup disayangkan, kondisi cuaca buruk ini datang di saat harga ikan di pasaran sedang tinggi. Menurut Mahmud, meskipun bukan musim ikan, hasil tangkapan saat ini tetap menjanjikan dan cukup untuk menutup biaya operasional serta kebutuhan harian nelayan yang tetap melaut.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News