Undiksha
Proses pendampingan yang dilakukan tim FIP Undiksha terhadap siswa kurang lancar Calistung di Kabupaten Buleleng. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Selama kurun waktu hampir sebulan Tim dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melakukan pendampingan terhadap siswa SMP kurang lancar membaca, menulis, dan berhitung (calistung) di Kabupaten Buleleng.

Akhirnya didapati hasil pendampingan yang disampaikan langsung pada Senin (2/6/2025) oleh Dekan FIP Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd., didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik FIP Undiksha, Prof. Dr. Kadek Suranata, M.Pd., Kons., yang ditunjuk sebagai koordinator lapangan. Adapun hasil terjun ke lapangan terhitung sejak, Selasa (6/5/2025) lalu dengan melibatkan 76 dosen dan 360 mahasiswa untuk melakukan pendampingan secara mandiri dan intensif ke sekolah-sekolah.

Baca Juga :  Buleleng Lepas 1.275 Atlet dan Official Menuju Porjar Provinsi Bali

Didapati jika dari total 356 siswa yang didampingi, sekitar 43 persen atau lebih dari 130 anak mengalami kesulitan membaca di level dasar, seperti belum hafal abjad atau masih terbata-bata dalam mengeja.

Sekitar 36 persen berada pada level menengah, sudah bisa mengeja kata namun kesulitan dalam membaca kalimat panjang. Sementara itu, 24 persen berada pada level lanjutan lancar membaca namun kesulitan memahami isi bacaan.

“Kami juga mendapat laporan bahwa banyak anak yang cemas dan tidak fokus, sehingga kami juga terjunkan tim konseling. Kami bersinergi dengan asesmen psikologis yang dilakukan Pemkab, dan hasil evaluasi kami sejalan dengan hasil tes dari Pemda,” jelas Prof. Suranata.

Sementara itu, Koordinator tim ahli evaluasi dan pembelajaran, Prof. Dr. I Gde Wawan Sudatha, S.Pd., S.T., M.Pd., menyebutkan bahwa sekolah sangat menyambut baik kehadiran tim Undiksha. Pendampingan juga dilakukan terhadap anak berkebutuhan khusus yang sebelumnya belum bisa tertangani secara maksimal oleh guru reguler.

Baca Juga :  Bupati Adi Arnawa Luncurkan Beasiswa "Nak Badung" di BEF 2026

“Kami sudah memberikan pelatihan kepada mahasiswa sebelum mereka turun ke lapangan. Hasil diagnosis kami menunjukkan sekitar 85 persen anak memerlukan perhatian khusus. Kami monitoring dan evaluasi setiap hari,” jelasnya.

Disisi lain, Prof. Widiana menjabarkan ada enam faktor utama penyebab keterlambatan calistung yang ditemukan di Buleleng, yaitu Gangguan kognitif atau rendahnya kemampuan berpikir anak, Gangguan fisik seperti masalah penglihatan dan pendengaran, Gangguan saraf ringan seperti disleksia, Gangguan emosional dan psikososial, termasuk trauma, Perbedaan kemampuan komunikasi atau bahasa serta kurangnya dukungan belajar dan motivasi dalam proses pembelajaran.

Baca Juga :  Mahasiswa Singaraja Ditemukan Tewas di Bawah Reruntuhan Rumah akibat Banjir

Melalui program ini, pihaknya berharap ke depannya FIP Undiksha berharap bisa memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi krisis calistung di Buleleng serta memperkuat peran kampus dalam menjawab tantangan pendidikan secara langsung di tengah masyarakat.

“Selama hampir sebulan ini, kami juga menemukan anak-anak dengan kebutuhan khusus yang justru menunjukkan minat belajar tinggi saat diberikan pendampingan yang tepat,” pungkasnya.(dar/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News