
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Remote Skills Academy (RSA), organisasi nirlaba berbasis di Bali yang bergerak di bidang pengembangan keterampilan digital dan karier jarak jauh, resmi meluncurkan program nasional AI Opportunity Indonesia.
Inisiatif ini menargetkan pelatihan kecerdasan buatan (AI) bagi 10.000 penerima manfaat di seluruh Indonesia, termasuk 2.000 pelaku sektor pariwisata di Bali.
Program ini merupakan bagian dari AI Opportunity Funding: Asia Pacific yang dikelola oleh Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) dengan dukungan dari Google.org dan Asian Development Bank (ADB). RSA terpilih sebagai grantee resmi untuk mengimplementasikan program ini di Indonesia dari Juni 2025 hingga November 2026.
Peluncuran resmi program digelar di Griya Santrian, Sanur, dan dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Bali, dinas terkait, asosiasi UMKM, serta mitra komunitas lokal.
AI Opportunity Indonesia dirancang 100% gratis dan terbuka bagi pelaku UMKM, mahasiswa, pekerja sektor pariwisata, serta individu berpenghasilan rendah atau belum bekerja. Peserta akan melalui proses seleksi agar program ini tepat sasaran dan memberi dampak maksimal bagi komunitas yang membutuhkan.

Materi pelatihan diberikan secara daring melalui platform RSA dengan tiga modul utama berdurasi total 14 jam, yang dapat diselesaikan secara mandiri dalam dua minggu. Selain itu, tersedia sesi offline di berbagai kota dan mentoring bulanan oleh ahli AI terlatih.
“Di tengah ekonomi yang makin bertumpu pada kecerdasan buatan, kami ingin memastikan masyarakat Indonesia tidak tertinggal,” ujar Nafinia Putra, Chief of Program RSA.
Ia juga menambahkan, program ini memberikan akses setara terhadap keterampilan AI, membuka peluang karier maupun usaha baru bagi masyarakat akar rumput.
RSA sendiri lahir dari inisiatif komunitas saat pandemi COVID-19 dan telah melatih ribuan peserta di Indonesia serta negara lain seperti Rwanda, Belgia, Hungaria, dan Thailand.

Mewakili Gubernur Bali, Dr. I Wayan Ekadina, S.E., M.Si., Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Ekonomi dan Keuangan, menyampaikan apresiasi atas peluncuran program ini. Menurutnya, pelatihan AI ini sangat sejalan dengan visi pembangunan Bali ke depan.
“AI bukan lagi sekadar kegiatan tambahan, melainkan keharusan utama dalam membangun keberlanjutan sumber daya manusia menuju ekonomi yang tidak eksploitasi,” ujar Ekadina saat membacakan sambutan Gubernur Bali.
Ia menegaskan, Kami menyambut baik pelaksanaan program ini karena sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Lebih khusus lagi, ini sangat relevan dengan arah ekonomi Kerthi Bali yang berbasis pada sumber daya lokal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Ia menekankan, bahwa pengembangan sumber daya manusia (SDM), termasuk penguasaan teknologi digital seperti AI, merupakan salah satu dari enam sektor utama dalam transformasi ekonomi Kerthi Bali. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen mendukung inisiatif-inisiatif yang dapat memperkuat kapasitas SDM Bali dalam menghadapi era digital.
Ida Bagus Agung Partha Adnyana, ketua BTB, juga menggarisbawahi pentingnya adaptasi teknologi AI dalam industri pariwisata.
“Saat ini konsumen sangat bergantung pada review digital seperti di Google Review dan TripAdvisor. Pelaku industri harus aktif memperhatikan performa digital mereka. AI bisa membantu menganalisa tren secara real-time, membuat konten promosi otomatis, hingga meningkatkan daya saing di platform digital,” ungkap Partha Adnyana.
Ia Menambahkan, bahwa program ini adalah langkah konkret dalam meningkatkan kapasitas SDM lokal di Bali. Ini bukan lagi isu masa depan—ini sudah jadi kebutuhan lima tahun lalu. Kami menyambut baik kolaborasi ini dan siap mendukung peningkatan daya saing Bali melalui transformasi digital yang lebih terstruktur dan adaptif.
- Untuk memperluas jangkauan, RSA menggandeng tiga mitra komunitas:
- Infradigital Foundation
- Nortis Academy
- Aliansi Remaja Independence
Melalui kemitraan ini, proses perekrutan dan pendampingan peserta akan disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Peserta dapat mendaftar melalui mitra tersebut atau langsung melalui situs resmi RSA.
RSA juga mengharapkan dukungan dari seluruh elemen pemerintah dan komunitas di Bali untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Pendaftaran program AI Opportunity Indonesia telah dibuka dan dapat diakses melalui: https://aiopportunity.mounev.com
Informasi lebih lanjut juga tersedia di situs resmi RSA: https://remoteskills.academy
Remote Skills Academy adalah platform nirlaba yang didirikan pada 2020 oleh Livit, perusahaan pengembang startup dan tim remote global. RSA berkomitmen pada pelatihan digital inklusif bagi masyarakat kurang terlayani—terutama perempuan dan kelompok berpenghasilan rendah—untuk mengakses peluang kerja jarak jauh dan ekonomi digital global.(ads/bpn)












