Unud
Unud Resmi Jadi Pusat Ujian Bahasa Mandarin HSK Pertama di Bali. Sumber Foto : ads/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Universitas Udayana (Unud) resmi menggelar ujian sertifikasi bahasa Mandarin berstandar internasional atau HSK (Hanyu Shuiping Kaoshi) untuk pertama kalinya melalui kerja sama Tourism Confucius Institute (TCI) dan UPT Bahasa Universitas Udayana. Ujian ini diikuti oleh 22 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan pegawai Universitas Udayana.

Pelaksanaan ujian perdana ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA)antara Universitas Udayana dengan Chinese Testing International Co., Ltd pada 8 Januari 2025. Penandatanganan tersebut sekaligus menjadi momen peresmian Mandarin HSK Center di lingkungan kampus Unud.

Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendirian pusat ujian HSK ini merupakan bagian dari strategi Unud untuk menjawab tingginya animo masyarakat terhadap kemampuan berbahasa Mandarin, khususnya di Bali.

“Tes yang pertama ini diikuti oleh 22 peserta, terdiri dari mahasiswa, dosen, dan pegawai. Ke depannya, kami ingin agar masyarakat umum juga bisa ikut serta karena sertifikasi ini diakui oleh Pemerintah China,” jelas Prof. Sudarsana saat membuka ujian perdana di Kampus UPT Bahasa Universitas Udayana, Denpasar, Sabtu (17/5/2025).

(tengah) Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D,. dan (kiri) Ketua Tourism Confucius Institute Universitas Udayana, Dr. I Gusti Ngurah Widyatmaja. Sumber Foto : ads/bpn

Ia menjelaskan bahwa ujian HSK di Unud ke depannya akan diselenggarakan secara berkala, sebanyak tiga hingga empat kali dalam setahun. Ujian ini tersedia dalam enam level, mulai dari HSK Level 1 (pemula) hingga Level 6 (tingkat lanjut).

Lebih jauh, Prof. Sudarsana menekankan pentingnya kemampuan berbahasa Mandarin, terutama bagi SDM di sektor pariwisata, menyusul meningkatnya kunjungan wisatawan asal China ke Bali. Kemampuan ini juga menjadi aset penting dalam menjawab kebutuhan kerja sama yang semakin luas antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah China.

“Melalui TCI, kami juga menjalin kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai universitas di China, seperti Nanchang University dan Nanchang Normal University. Ini menjadi pintu masuk untuk memperluas kerja sama ke sektor lain seperti manufaktur dan pertanian,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Tourism Confucius Institute Universitas Udayana, Dr. I Gusti Ngurah Widyatmaja, menyatakan bahwa pelaksanaan ujian HSK di Unud menjadi tonggak penting, karena sebelumnya wilayah Bali, NTB, dan NTT belum memiliki lembaga pelaksana ujian HSK resmi.

“Kami ingin memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa, mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum untuk mengikuti tes ini di Universitas Udayana. Target kami ke depan tentu agar jumlah peserta terus meningkat dan semua level HSK bisa diikuti di sini,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kelulusan HSK, khususnya pada level 4, 5, dan 6, menjadi salah satu syarat penting bagi pelajar yang ingin memperoleh beasiswa pendidikan di China untuk jenjang S1, S2, maupun S3.

Menyadari tantangan dalam mempelajari bahasa Mandarin yang dikenal cukup kompleks, TCI juga aktif menggelar program peningkatan kemampuan berbahasa Mandarin. Salah satunya bekerja sama dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi Bali untuk memberikan pelatihan kepada para pemandu wisata.

Dengan pelaksanaan ujian HSK perdana ini, Universitas Udayana menegaskan komitmennya dalam mencetak SDM unggul yang siap bersaing secara global, terutama dalam menjawab tantangan dan peluang kerja sama internasional dengan China.(ads/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News