
BALIPORTALNEWS.COM, BANGLI – Menjawab kekhawatiran masyarakat tentang potensi pencemaran lingkungan akibat aktivitas resort, manajemen Toya Devasya Geopark Resorts and Villas mengungkapkan bahwa mereka tidak hanya memperhatikan sirkulasi air kolam, tetapi juga telah membangun sistem pengolahan limbah domestik yang canggih dan terstandar.
Menurut General Manager I Ketut Mardjana, Toya Devasya telah lama menerapkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau Sewage Treatment Plant (STP) untuk mengolah air limbah dari kegiatan harian resort, seperti dari toilet, dapur, hingga area pelayanan publik.
“Sistem ini bekerja dengan metode biologis dan mekanis, yang mampu memisahkan serta mengurai zat organik dan kontaminan lain sebelum airnya dilepas ke lingkungan,” jelas Mardjana.
Proses pengolahan limbah dilakukan dalam beberapa tahap, mulai dari penyaringan awal, pengendapan, hingga pemurnian lanjutan. Hasil akhirnya adalah air yang sudah memenuhi standar baku mutu lingkungan sesuai regulasi pemerintah.
“Kami tidak main-main soal ini. Semua proses berjalan sesuai SOP ketat, dan ada pengawasan rutin,” tambahnya.
Dengan kombinasi antara air geotermal alami yang tidak tercemar serta teknologi pengolahan limbah yang modern, Toya Devasya membuktikan bahwa pariwisata dan pelestarian lingkungan bisa sejalan.
Langkah ini menjadi wujud nyata bahwa pengelolaan resort bukan hanya mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keseimbangan ekologis. Terlebih lagi, Danau Batur merupakan sumber air vital bagi masyarakat Bangli dan kawasan sekitarnya.
“Kami ingin Toya Devasya menjadi model praktik terbaik untuk wisata berbasis lingkungan. Kami berkomitmen penuh agar tidak satu tetes pun limbah dari aktivitas kami merusak keindahan dan kesucian Danau Batur,” pungkas I Ketut Mardjana. (*/bpn)












