
BALIPORTALNEWS.COM, JIMBARAN – Sebagai bagian dari transformasi layanan rujukan yang mencakup sepuluh layanan prioritas, RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah mengambil langkah strategis untuk membangun sistem penanganan stroke terpadu di Bali melalui inisiatif bertajuk Bali Stroke Care. Program ini dicanangkan dalam pertemuan yang digelar di Jimbaran, Kamis (8/5/2025).
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, dr. I Wayan Sudana, M.Kes., menyampaikan bahwa sistem penanganan stroke saat ini sudah tersedia di masing-masing rumah sakit, namun belum terintegrasi. Bali Stroke Care hadir sebagai upaya untuk menyatukan seluruh layanan tersebut dalam satu sistem yang komprehensif.
“Selama ini penanganan stroke sudah ada, tetapi masih berdiri sendiri-sendiri. Lewat Bali Stroke Care, kita ingin membangun sistem terpadu yang melibatkan semua pihak, mulai dari pemerintah hingga organisasi profesi,” ujar dr. Wayan Sudana.
Ia mengungkapkan bahwa jumlah kasus stroke meningkat drastis dari tahun ke tahun. Data menunjukkan bahwa setiap tiga detik muncul satu kasus stroke baru di dunia. Hal ini menandakan bahwa stroke adalah ancaman serius yang memerlukan penanganan cepat dan tepat.
“Stroke sebenarnya bisa dicegah. Namun, kunci utamanya adalah kecepatan dan ketepatan penanganan. Jika ditangani dalam 4,5 jam pertama, hasilnya bisa baik. Tapi jika terlambat, risiko kematian atau kecacatan sangat tinggi,” jelas dr. Wayan Sudana.
Ia juga menyoroti bahwa usia penderita stroke kini semakin muda, sehingga diperlukan kesadaran sejak dini untuk mengenali gejala dan mengakses layanan medis secara cepat.
Mendapat dukungan dari berbagai stakeholder, RSUP Ngoerah akan merancang langkah-langkah konkrit guna mewujudkan sistem ini.
“Langkah awalnya adalah membangun komitmen bersama. Selanjutnya, kita akan susun time schedule yang jelas, pembagian peran masing-masing pihak, serta tahapan implementasi yang terukur. Targetnya, seluruh rumah sakit di Bali akan terlibat dalam sistem ini,” tegas dr. Wayan Sudana.
Melalui Bali Stroke Care, diharapkan masyarakat Bali dapat memperoleh layanan stroke yang cepat, terintegrasi, dan berkualitas untuk menekan angka kecacatan dan kematian akibat stroke.(tis/bpn)












