
BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Musibah pohon tumbang menimpa rumah I Wayan Wage di Dusun Karangsari Kelod, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Karangasem, pada Rabu (19/3/2025), memaksanya dan keluarga hidup dalam ketidakpastian. Kini, pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan itu harus mengungsi ke rumah kerabat karena rumahnya rusak parah dan tidak bisa ditinggali.
Meski dilanda musibah, Wage tetap tegar. Bersama sang istri, Ni Wayan Saniasih, ia melaksanakan upacara Mecaru Alit di pekarangan rumahnya pada Sabtu (22/3/2025), usai mendapatkan petunjuk niskala pascakejadian.
Saat kejadian, istri dan dua anak Wage sedang berada di dalam rumah. Beruntung, mereka selamat, meski salah satu anaknya sempat tak sadarkan diri akibat syok. Kini, Wage dan istrinya menumpang di rumah kakak, sementara anak-anak mereka mengungsi ke rumah sepupu.
“Sekarang rumah tidak bisa ditinggali, terpaksa untuk sementara kami mengungsi,” ujar Wage dengan nada pasrah.
Kondisi Wage sekeluarga mengundang simpati berbagai pihak. Ketua DPC Gerindra Karangasem, I Nyoman Suyasa, bersama Ketua Fraksi Gerindra, Ni Komang Molu Indah Juliani, serta anggota dewan Ni Wayan Pramestia Kumala Dewi dan I Kadek Mudita, turun langsung memberikan bantuan.
Suyasa menegaskan bahwa Fraksi Gerindra akan mengawal pendataan dan pengajuan bantuan bagi warga terdampak bencana akibat cuaca ekstrem belakangan ini.
“Ini bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang tertimpa musibah, sesuai dengan instruksi Bapak Presiden dan Pak De Gadjah untuk hadir di tengah rakyat. Kemarin, kami juga mengunjungi rumah duka korban yang tertimpa tiang listrik di Gumung sekaligus menyerahkan donasi,” ujar Suyasa, yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Bali.
Ketua Fraksi Gerindra Karangasem, Ni Komang Molu Indah Juliani, menegaskan pihaknya akan mengawal proses pengajuan bantuan hingga ke tingkat provinsi melalui BPBD Karangasem.
“Data korban sudah masuk, tinggal proses pengajuan ke provinsi saja. Kami akan kawal agar bantuan segera terealisasi,” tandasnya.
Kini, Wayan Wage dan keluarganya hanya bisa berharap agar bantuan segera datang, sehingga mereka bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak.(st/bpn)












