
BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Hari sial memang tidak tertulis di kalender, mungkin peribahasa tersebut pantas disematkan untuk Made Kajeng Ariani. Sebab mobil Toyota Veloz yang baru dibeli sekitar dua hari sebelumnya harus nyungsep ke Laut di Pantai Penimbangan, Singaraja.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, perempuan berusia 48 tahun ini belakangan diduga belum begitu mahir mengendarai mobil. Sehingga saat lewat di Jalan Pantai Penimbangan, Singaraja pada Rabu (19/2/2025) malam korban tidak bisa mengendalikan mobil jenis Toyota Veloz yang baru dibelinya dan belum berisi plat nomor kendaraan.
Beruntung meski sempat menabrak warung sebelum jatuh ke pinggir laut, Made bersama anaknya selamat dan tidak mengalami luka sedikitpun. Namun kondisi mobil akibat kecelakaan tunggal tersebut rusak cukup parah akibat terjun bebas dari jalan.
Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Gede Juli, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dikatakan dia, mobil itu baru dibeli dua hari lalu. Sehingga belum keluar plat nomor kendaraannya.
“Mobil itu dikemudikan oleh Kanjeng Ariani. Dia lebih terbiasa menggunakan mobil manual dan masih belum mahir mengendarai mobil. Hal inilah yang diduga menjadi penyebab peristiwa kecelakaan,” ujarnya dikonfirmasi, Kamis (20/2/2025).
Kompol Juli menyampaikan, saat kecelakaan berlangsung dalam mobil terdapat satu penumpang. Saat kejadian, Kajeng Ariani tiba-tiba kehilangan kendali mobil, kemudian menabrak warung hingga terperosok ke laut.
Kecelakaan ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian dan dilakukan evakuasi. Mobil tersebut mengalami kerusakan cukup parah pada bagian depan.
“Tidak ada korban jiwa pada kecelakaan ini. Usai kejadian, mobil ditarik keluar dari tepi pantai menggunakan mobil towing,” pungkas dia.(dar/bpn)












