
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Ketahanan pangan di Bali menghadapi tantangan serius akibat berkurangnya luas lahan pertanian yang dialihfungsikan untuk sektor pariwisata.
Hal ini menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam High Level Meeting (HLM) TPID Bali 2025 yang berlangsung pada Selasa (18/2/2025).
Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Pj. Gubernur Bali, Drs. Sang Made Mahendra Jaya, M.H., disoroti bahwa kebutuhan pangan di Bali tidak hanya bergantung pada konsumsi masyarakat lokal, tetapi juga pada permintaan wisatawan.
Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk mempertahankan lahan pangan berkelanjutan melalui kebijakan yang lebih ketat terkait alih fungsi lahan.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menambahkan bahwa penguatan sistem irigasi dan penggunaan benih unggul merupakan langkah utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Selain itu, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengendalian inflasi juga menjadi fokus utama guna memastikan ketersediaan pangan tetap stabil.
Sebagai bagian dari upaya strategis, HLM TPID Bali 2025 juga menghadirkan sesi capacity building bagi TPID Provinsi Bali dan TPID kabupaten/kota untuk mengevaluasi kebijakan tahun sebelumnya dan merumuskan langkah-langkah konkret dalam menjaga ketahanan pangan di Bali. Dengan kolaborasi yang erat, diharapkan sektor pertanian di Bali dapat terus berkembang tanpa mengorbankan kebutuhan lahan bagi generasi mendatang. (ads/bpn)












