
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi peserta didik, SMP Pelangi Dharma Nusantara meluncurkan aplikasi berbasis Android bernama ‘Ngobrol Yuk’. Aplikasi ini menjadi media bagi siswa untuk menceritakan permasalahan yang mereka hadapi, termasuk pengalaman terkait perundungan atau kekerasan.
Kepala SMP Pelangi Dharma Nusantara, Pande Putu Agung Wirya Santana, menjelaskan bahwa aplikasi ini merupakan wujud komitmen sekolah dalam menerapkan konsep Sekolah Ramah Anak (SRA).
“Aplikasi ini dirancang untuk memenuhi dan menghormati hak-hak anak, melindungi mereka dari kekerasan, serta diskriminasi. Dengan adanya Ngobrol Yuk, siswa dapat melaporkan masalah tanpa harus merasa takut,” ungkapnya, Selasa (21/1/2025).
Selain aplikasi ini, sekolah juga memiliki pendekatan individu kepada siswa dan orang tua untuk mencegah kenakalan remaja. Sekolah bahkan telah membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan guna mendukung lingkungan bebas perundungan.
SMP Pelangi Dharma Nusantara menjadikan zona bebas perundungan sebagai salah satu program unggulan. Selain itu, TK dan SD Pelangi Dharma Nusantara juga menerapkan komitmen yang sama untuk menciptakan SRA.
Pada kegiatan pembinaan Sekolah Ramah Anak di sekolah tersebut, Kabid Pemenuhan Hak Anak pada DP3AP2KB Kota Denpasar, Ade Indahsari Putri menekankan, bahwa konsep SRA bertujuan untuk menciptakan hubungan yang lebih akrab dan berkualitas antar warga sekolah.
“Selama 8 jam anak berada di sekolah, SRA memastikan mereka terlindungi dan merasa nyaman,” ujar Ade.
Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang SD Disdikpora Kota Denpasar, Yudi Karnanda menambahkan, bahwa pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan memerlukan sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
“Kementerian Kemendikdasmen telah meluncurkan program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang bertujuan menciptakan generasi tangguh secara mental, emosional, dan sosial,” jelasnya.(sa/bpn)












