BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Karangasem kembali menjadi sorotan. Pelanggan mengeluhkan pasokan air yang sering tersendat, bahkan hingga beberapa hari, tanpa solusi yang jelas dari pihak terkait.
Harapan besar masyarakat terhadap layanan PDAM yang lebih baik setelah adanya kenaikan tarif, denda, dan beban tambahan tampaknya belum terwujud. Para pelanggan berharap agar gangguan pasokan air dapat segera diatasi dan tidak berlangsung terlalu lama.
Sebagian pelanggan meminta adanya kompensasi, baik berupa pengiriman air bersih menggunakan truk tangki maupun penghapusan denda keterlambatan pembayaran selama pasokan terganggu.
Keluhan juga datang dari seorang pelanggan di Besakih yang menyebut bahwa selama dua minggu gangguan akibat kerusakan pompa, tidak ada pengiriman air bersih dari PDAM. Bahkan, informasi terkait kerusakan tersebut lebih dulu diketahui melalui komunikasi antarwarga dibandingkan pemberitahuan resmi dari pihak PDAM.
“Hampir dua minggu air mati, saya sampai harus membeli air dua kali. Apakah ada kompensasi seperti penghapusan denda jika telat bayar? Selama ini, pengiriman air juga belum pernah dilakukan,” ungkap pelanggan tersebut melalui grup WhatsApp publik pada Senin (6/1/2025).
Humas PDAM Karangasem, I Ketut Mudita, mengonfirmasi adanya gangguan yang memengaruhi distribusi air bersih ke ribuan pelanggan. Di wilayah Besakih, kerusakan pompa menjadi penyebab utama terganggunya pasokan.
Menurut Mudita, hingga kini pihaknya belum mengirimkan bantuan air bersih ke Besakih karena belum menerima permintaan langsung dari pelanggan. Namun, ia menegaskan bahwa koordinasi dengan pelanggan terus dilakukan.
“Droping air sudah disiapkan. Kepala Unit telah berkomunikasi dengan pelanggan di Besakih, dan bantuan air akan diberikan jika stok air di bak pelanggan habis. Informasi mengenai kerusakan juga sudah disampaikan melalui grup kepala desa,” jelasnya.
Selain itu, Mudita menyampaikan bahwa gangguan juga terjadi akibat kebocoran pada pipa jaringan utama di dua titik di Kecamatan Selat. Satu titik berhasil diperbaiki, namun titik lainnya kembali mengalami kebocoran saat proses uji coba. Akibatnya, sekitar 1.700 Sambungan Rumah (SR) terdampak gangguan distribusi air.
Pelanggan berharap PDAM Karangasem dapat memberikan solusi lebih cepat dan transparan, baik melalui perbaikan jaringan maupun pemberian kompensasi. Pasokan air yang lancar merupakan kebutuhan vital, sehingga penanganan masalah ini perlu menjadi prioritas utama.(st/bpn)













