BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Awal tahun 2025 membawa tantangan cuaca ekstrem bagi Kabupaten Karangasem. Angin kencang dan hujan deras terus memicu bencana alam seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang. Pada Jumat (3/1/2025), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem menerima empat laporan pohon tumbang dari berbagai wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Ketut Arimbawa, mengonfirmasi bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) telah diterjunkan untuk menangani semua laporan tersebut.
“Hingga saat ini, ada empat laporan pohon tumbang yang kami terima, dan tim sudah bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan,” ungkapnya.
Lokasi dan Dampak Kejadian, sebagai berikut:
- Desa Kertamandala, Kecamatan Abang
Pohon jati tumbang menimpa sebuah rumah warga, menyebabkan kerusakan pada bagian bangunan. - Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang
Pohon kelapa tumbang menimpa kandang ternak milik warga, mengakibatkan kerugian material. - Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem
Pohon tumbang mengenai kabel PLN dan sempat menghalangi akses jalan sebelum TRC melakukan pembersihan. - Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem
Pohon kelapa tumbang menimpa bangunan merajan (sanggah) milik warga.
Meskipun kerugian material cukup signifikan, Arimbawa memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden-insiden tersebut.
Melihat kondisi cuaca yang masih ekstrem, warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap lingkungan di sekitar rumah masing-masing. BPBD juga mengimbau masyarakat untuk melakukan mitigasi mandiri, seperti memangkas dahan pohon yang berpotensi tumbang dan memastikan saluran air tetap bersih untuk mencegah banjir.
“Langkah antisipasi dari warga sangat membantu mencegah kerugian lebih besar. Kami juga siap memberikan bantuan teknis jika diperlukan,” tambah Arimbawa.
Cuaca buruk diperkirakan masih akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah mengingatkan agar masyarakat tetap waspada dan melaporkan kejadian bencana secepat mungkin melalui saluran resmi BPBD. (st/bpn)













