Pemakaman
Isak Tangis Warnai Pemakaman Tukang Rit Korban Longsor di Badeg Dukuh. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Suasana duka menyelimuti pemakaman Kadek Ambara (38), korban tanah longsor yang terjadi di kawasan tambang Galian C, Banjar Dinas Badeg Dukuh, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Jumat (13/12/2024). Isak tangis istri dan kerabatnya mengiringi prosesi pemakaman yang berlangsung di Setra Banjar Dinas Bangbang Biaung, Desa Duda, Kecamatan Selat, siang ini.

Kadek Ambara, seorang pekerja keras yang sehari-hari bertugas sebagai ‘tukang rit’ (mengangkat dan menurunkan muatan truk), meninggal dengan cara yang tragis akibat tertimbun longsoran tebing setinggi 30 meter. Kerabatnya mengaku tidak merasakan firasat apa pun sebelum musibah ini terjadi.

Baca Juga :  BRI Peduli Serahkan Bantuan CSR Renovasi Balai Serba Guna Banjar Dinas Pakel

“Tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Hanya kemarin dia sempat menelepon saya dua kali, tapi saya tidak sempat menjawab. Pagi ini kami justru mendapat kabar buruk ini. Ipar saya memang sangat rajin bekerja, bisa lima hingga enam kali rit sehari,” ujar salah seorang kerabat korban di UGD Puskesmas Selat.

Meski berat, keluarga korban berusaha menerima kejadian ini dengan tabah. Mereka mengikhlaskan kepergian Kadek Ambara sebagai musibah alam yang tidak dapat dihindari.

“Kami berusaha menerima ini sebagai takdir. Semalam saya juga sempat berada di lokasi untuk mencari material,” tambahnya.

Kadek Ambara meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Anak tertuanya kini duduk di bangku SMA, anak kedua di sekolah dasar, sementara anak bungsu yang masih berusia satu tahun harus tumbuh tanpa ayah.

Baca Juga :  BRI Peduli Serahkan Bantuan CSR Renovasi Balai Serba Guna Banjar Dinas Pakel

Menurut Kasi Humas Polres Karangasem, Iptu I Gede Sukadana, peristiwa tanah longsor terjadi sekitar pukul 06.30 WITA saat korban sedang menaikkan batu limbah ke truk di alur sungai Banjar Dinas Badeg Dukuh. Tiba-tiba tebing setinggi 30 meter di dekat lokasi runtuh, menimpa korban serta menimbun dua truk dan tiga sepeda motor.

“Korban sempat tertimbun material longsoran sedalam 1,5 meter. Warga yang berada di lokasi segera mengevakuasi korban dan membawanya ke Puskesmas Selat. Namun, dokter menyatakan korban telah meninggal dunia akibat patah tulang leher,” jelas Sukadana.

Baca Juga :  BRI Peduli Serahkan Bantuan CSR Renovasi Balai Serba Guna Banjar Dinas Pakel

Selain Kadek Ambara, tiga korban lain dilaporkan selamat dengan luka ringan. Mereka adalah Kadek Agus Julianan, Ali Murtadho, dan Siyono, yang berhasil dievakuasi dengan bantuan warga setempat.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News