Ilustrasi Simulasi Coblos
Ilustrasi Simulasi Coblos. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Lebih dari 100 ribu pemilih di Kabupaten Karangasem tidak menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada 2024 yang digelar pada 24 November lalu. Tingginya angka golput ini bahkan mengalahkan perolehan suara dua pasangan calon, yaitu pasangan nomor urut 1, Wayan Kari Subali – Ismaya, yang meraih 38.241 suara, dan pasangan nomor urut 2, Gede Dana – Nengah Swadi, yang mengumpulkan 91.448 suara.

Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang ditetapkan sebanyak 392.702 orang. Namun, hanya 285.999 pemilih yang menggunakan hak pilih mereka. Dari jumlah itu, 275.033 suara dinyatakan sah, sementara 10.966 suara tidak sah. Angka golput mencapai 106.703 orang atau sekitar 27,1 persen dari total DPT.

Baca Juga :  BRI Peduli Serahkan Bantuan CSR Renovasi Balai Serba Guna Banjar Dinas Pakel

Divisi Sosialisasi Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Karangasem, I Kadek Sukara, menyampaikan bahwa meskipun angka partisipasi belum memenuhi target 75 persen yang ditetapkan KPU Provinsi Bali, terdapat peningkatan dibandingkan Pilkada 2020, dari 70,3 persen menjadi 74 persen.

“Kami memohon maaf karena target yang diberikan belum bisa terpenuhi. Ada beberapa faktor penyebab tingginya angka golput, salah satunya kejenuhan akibat dua pemilu di tahun yang sama. Selain itu, banyak pemilih kami yang berada di luar Karangasem, sehingga ini menjadi tantangan besar bagi semua pihak, termasuk calon, untuk menarik minat pemilih,” jelas Sukara saat rapat pleno perhitungan suara, Kamis (5/12/2024).

Baca Juga :  BRI Peduli Serahkan Bantuan CSR Renovasi Balai Serba Guna Banjar Dinas Pakel

Sukara menambahkan bahwa pihaknya telah berupaya maksimal meningkatkan partisipasi masyarakat melalui sosialisasi yang masif, baik di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) maupun Panitia Pemungutan Suara (PPS). KPU juga memanfaatkan berbagai platform digital untuk menjangkau pemilih muda.

Meski belum memenuhi target, Sukara menilai tingkat partisipasi masyarakat Karangasem cukup tinggi jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Bali.

“Kami akan terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan partisipasi di masa mendatang,” katanya.

Tingginya angka golput dalam Pilkada Karangasem menjadi catatan penting bagi penyelenggara dan kandidat dalam mengatasi tantangan pemilu berikutnya, baik dari segi sosialisasi maupun strategi kampanye.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News