Geguntangan
Warga Binaan Lapas Tabanan Latihan Geguntangan. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Petugas dan Warga Binaan Lapas Kelas IIB Tabanan yang beragama Hindu, baru-baru ini melaksanakan persembahyangan bersama. Setelah persembahyangan, Warga binaan latihan geguntangan, sebagai sarana menyalurkan bakat dan minat.

Kegiatan persembahyangan dipimpin oleh Pemangku Lapas, Gede Kompyang. Kegiatan diawali dengan melantunkan puja tri sandya, kemudian dilanjutkan dengan panca kramaning sembah. Sebagai tanda persembahyangan telah dilaksanakan, pemangku kemudian memberikan tirta dan bija kepada seluruh pemedek yang mengikuti kegiatan persembahyangan.

Usai pelaksanaan persembahyangan, beberapa warga binaan mengikuti kegiatan latihan geguntangan, yang dipimpin oleh Kepala Sub. Bagian Tata Usaha, Made Sukanada, dan Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Wayan Sadiasa. Kegiatan yang dilaksanakan di halaman lapas, juga merupakan salah satu kegiatan pembinaan kepribadian dalam bidang kesenian, yang dilaksanakan Lapas Tabanan bagi warga binaan.

Baca Juga :  Gastronomy Leaders 2.0: Kolaborasi Industri Restoran Bali Jadi Destinasi Kuliner Berkelas Dunia

Sadiasa mengatakan, bahwa geguntangan atau juga yang dikenal sebagai gamelan arja, merupakan kesenian tradisional Bali yang telah ada sejak dahulu. dia mengajak warga binaan yang memang memiliki passion dalam hal seni untuk ikut melestarikan kesenian ini.

“Latihan ini dimaksudkan sebagai sarana atau wadah untuk menyalurkan bakat dan minat warga binaan, utamanya dalam hal kesenian, sehingga geguntangan ini tetap eksis pada masa kini maupun masa depan,” ucap Sadiasa.

Sementara Sukanada menambahkan, bahwa geguntangan sebagai gamelan arja yang lebih mengutamakan tembang atau melodrama, dan memerlukan musik pengiring dalam pementasan.

Baca Juga :  Gastronomy Leaders 2.0: Kolaborasi Industri Restoran Bali Jadi Destinasi Kuliner Berkelas Dunia

“Musik pengiring merupakan hal yang sangat esensial dalam geguntangan. Namun demikian, musik yang dimainkan tidak terlalu keras, sehingga tidak mengurangi keindahan lagu-lagu vokal yang dinyanyikan,” terangnya.

Salah seorang warga binaan, Made, mengaku senang karena bisa ikut latihan geguntangan yang diadakan oleh Lapas Tabanan. Dia mengaku sebelum masuk ke lapas memang aktif mengikuti kegiatan-kegiatan kesenian di lingkungan rumahnya.

“Saya sangat senang bisa ikut latihan geguntangan ini. Selain bisa mengasah ilmu megambel, saya juga bisa mengisi waktu luang selama di lapas,” ujar Made.(ita/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News