BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Hari Guru selalu menjadi momen penting untuk mengapresiasi peran guru dalam membentuk karakter dan kemampuan generasi penerus bangsa. Namun, di era Society 5.0, peran guru tidak lagi sesederhana mendidik di dalam kelas.
Guru kini menghadapi tantangan baru, di mana kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), big data, dan Internet of Things (IoT) menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Demikian disampaikan Kepala SMP Sapta Andika Denpasar I Gede Eka Nuryada, S.T, M.Pd. saat memperingati Hari Guru di sekolah setempat pada 25 November 2024.
Menurutnya Era Society 5.0 menuntut adanya keseimbangan antara teknologi yang semakin canggih dan nilai-nilai kemanusiaan. Di tengah tuntutan tersebut, guru memiliki peran strategis yang tak tergantikan dalam tiga aspek utama.
Guru bukan sekadar penyampai ilmu, melainkan pembimbing yang membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21. Keterampilan seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi berbasis teknologi menjadi hal yang wajib diajarkan.
“Namun, tidak kalah penting, guru juga harus menanamkan nilai empati, moralitas, dan integritas agar siswa tumbuh menjadi individu yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bermoral,” ungkapnya.
Guru adalah aktor utama dalam transformasi pendidikan. Mereka harus terus beradaptasi dengan perubahan zaman, menggunakan teknologi sebagai alat untuk memperkaya proses pembelajaran. Tetapi yang membedakan guru dari teknologi adalah pendekatan humanisnya. Di tangan seorang guru yang bijak, teknologi tidak hanya menjadi alat, tetapi juga jembatan untuk menghubungkan siswa dengan dunia nyata tanpa melupakan nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam arus teknologi yang semakin deras, guru memegang tanggung jawab untuk menginspirasi siswa agar mampu memanfaatkan teknologi untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial dan lingkungan. Dengan bimbingan guru, siswa diajarkan bahwa teknologi bukanlah ancaman, melainkan peluang untuk menciptakan perubahan yang lebih baik di masyarakat.
I Gede Eka Nuryada, S.T, M.Pd., seorang praktisi pendidikan, menegaskan bahwa teknologi tidak akan pernah menggantikan peran guru hebat.
“Namun, teknologi di tangan guru yang hebat akan menjadi alat transformasi yang luar biasa,” ujarnya.
Pernyataan ini menggambarkan bagaimana peran guru sebagai inspirator tidak akan tergantikan, meskipun teknologi terus berkembang pesat.
Sebagai pilar utama pendidikan, guru diharapkan mampu menjawab tantangan era Society 5.0 dengan semangat belajar yang tak pernah pudar. Melalui inovasi, adaptasi, dan pendekatan humanis, mereka menjadi agen perubahan yang membawa siswa menuju masa depan yang lebih baik.
Selamat Hari Guru! Mari kita apresiasi dedikasi mereka yang terus menjadi pilar peradaban bangsa. (bpn)













