Jaya Negara
I Gusti Ngurah Jaya Negara. Sumber Foto : PDI Perjuangan

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – I Gusti Ngurah Jaya Negara, atau yang akrab disapa Turah Jaya, adalah sosok yang tidak asing bagi masyarakat Denpasar. Sebagai Wali Kota Denpasar saat ini, kisah hidupnya penuh perjuangan dan inspirasi, membuktikan bahwa ketekunan dapat mengubah nasib seseorang.

Lahir di Denpasar pada 4 Juli 1966, Jaya Negara berasal dari keluarga ningrat yang kehidupannya berubah drastis akibat situasi politik. Ayahnya, seorang guru, kehilangan pekerjaan pada tahun 1971 karena menolak menjadi kader partai tertentu, memaksa keluarga mereka hidup dalam keterbatasan.

Meskipun berasal dari keluarga ningrat, kehidupan Jaya Negara tidak selalu bergelimang kemewahan. Bersama adiknya, IGA Bintang Darmawati (kini Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), ia membantu ekonomi keluarga dengan berjualan es lilin dari kampung ke kampung.

Baca Juga :  Putri Koster Ajak Kader PKK Bali Berperan Aktif dalam Kreativitas dan Ekonomi Keluarga

Saat panen raya, keduanya membantu petani memanen padi dan mendapat upah berupa sisa gabah untuk dimasak sang ibu. Namun, kondisi sulit ini tidak menghalanginya untuk terus berprestasi di sekolah.

Setelah lulus dari SMP Dwijendra pada tahun 1982, ia sempat ragu melanjutkan ke SMA karena biaya yang besar. Namun, dorongan sang ayah membawanya ke SMA Negeri 1 Denpasar, di mana ia membantu keluarga dengan menjadi tukang catat meteran listrik PLN.

Lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) pada 1991, ia bekerja sebagai bankir. Namun, peralihan politik dari Orde Baru ke Reformasi membuat bank tempatnya bekerja bangkrut, yang kemudian membuka jalan baginya ke dunia politik.

Baca Juga :  Sagung Antari Jaya Negara Ikuti Bina Posyandu Angkatan IV Tahun 2026

Jaya Negara telah aktif di politik sejak era 1980-an. Bergabung dengan PDI Perjuangan, ia terpilih sebagai anggota DPRD Kota Denpasar, sebelum mendampingi Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra sebagai Wakil Wali Kota Denpasar sejak 2010.

Pada 4 September 2020, bersama Kadek Agus Arya Wibawa, ia maju sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk periode 2021–2024. Kepemimpinannya dikenal progresif, dengan fokus pada pembangunan Denpasar yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Gubernur Koster Tinjau Pematangan Lahan Pembangunan PSEL di Bali

Kisah perjalanan hidup Jaya Negara dari penjual es lilin hingga menjadi pemimpin kota menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih impian.

“Masa depan adalah misteri yang hanya bisa diungkapkan oleh Tuhan,” ujarnya, mengingat perjalanan hidupnya yang penuh liku.

Kini, sebagai pemimpin Kota Denpasar, Jaya Negara terus berupaya memajukan kotanya, sembari menginspirasi generasi muda untuk tidak pernah menyerah pada keadaan.(bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News