
BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Gede Krisna Angga Wiguna, seorang remaja 13 tahun asal Banjar Dinas Kawan, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem, kini harus menghadapi kenyataan hidup yang berat. Setelah kedua orang tuanya bercerai, kini ia harus merelakan kepergian sang ayah, yang meninggal dunia di Denpasar beberapa tahun lalu akibat pecahnya pembuluh darah saat bekerja sebagai pengemudi ojek online.
Di tengah kesedihannya, Krisna kini bergantung pada pamannya, Made Suardika, yang merawatnya setelah kepergian ayahnya. Namun, Suardika yang bekerja sebagai buruh serabutan menghadapi tekanan ekonomi yang besar, terlebih lagi ia juga harus mengurus ibunya yang sakit, serta membiayai kebutuhan istri dan empat anaknya.
“Saya anggap Krisna sebagai anak sendiri. Meski kondisi ekonomi sulit, saya berusaha memenuhi kebutuhannya. Namun, untuk biaya sekolahnya, saya sangat berharap ada bantuan,” kata Suardika, Kamis (24/10/2024).
Suardika merasa khawatir tidak mampu terus membiayai pendidikan Krisna, yang saat ini duduk di kelas II SMP Negeri 1 Selat. Meski telah berusaha mencari informasi terkait beasiswa melalui salah satu guru, hingga kini belum ada kabar pasti. Ia berharap agar Pemerintah Kabupaten Karangasem bisa memberikan bantuan berupa beasiswa, sehingga Krisna bisa melanjutkan sekolah tanpa kekhawatiran terkait biaya.
Selain Krisna, ia juga memiliki seorang adik perempuan yang kini tinggal bersama ibunya, setelah kedua orang tuanya berpisah. Adiknya, yang masih duduk di bangku sekolah dasar, kini berada di bawah pengasuhan neneknya, sementara sang ibu telah menikah lagi.(st/bpn)












