BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Beberapa titik asap akibat kebakaran hutan di lereng Gunung Agung, tepatnya di wilayah Kedampal, Desa Datah, Kecamatan Abang, Karangasem, masih terlihat hingga Rabu pagi (30/10/2024).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karangasem, Ida Ketut Arimbawa, menjelaskan bahwa tim dari BPBD Karangasem bersama BPBD Provinsi, dinas kehutanan, dan pihak Kecamatan telah turun langsung untuk memantau kondisi kebakaran yang mulai terpantau sejak Selasa malam.
“Dari hasil pantauan kami, masih terlihat sekitar lima hingga enam titik asap. Namun, hingga saat ini, kami belum dapat memastikan luas area hutan yang terbakar, dan dugaan awal menunjukkan kemungkinan penyebabnya adalah faktor cuaca,” ujar Arimbawa.
Arimbawa menyebut bahwa penanganan kebakaran hutan ini mengalami tantangan karena medan yang sulit dijangkau. Untuk mengatasi kebakaran, BPBD bersama pihak terkait akan mengadakan rapat koordinasi. BPBD Karangasem juga berencana mengusulkan dua opsi pemadaman melalui BPBD Provinsi Bali, yakni dengan menggunakan helikopter dan teknologi modifikasi cuaca.
“Kami berencana mengajukan dua skenario pemadaman tersebut melalui BPBD Provinsi Bali. Tentu, hal ini perlu dikaji lebih lanjut untuk menentukan kelayakannya,” tambah Arimbawa.
BPBD Karangasem juga merencanakan penggunaan drone untuk membantu pemetaan area yang terbakar. Teknologi ini sebelumnya telah dipelajari untuk mengidentifikasi daerah rawan bencana, dan kini dapat digunakan untuk mengukur seberapa luas area hutan yang terdampak.(st/bpn)













