
BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Diduga sudah lelah karena gaji bekerja sebagai buruh proyek tidak dibayar selama satu bulan. Tiga buruh proyek asal Jawa Timur nekat membobol sebuah konter Hp yang terletak di depan lokasi mereka bekerja tepatnya di Banjar Dinas/Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian kejadian tersebut bermula dari pemilik konter bernama Made Widiasa (40) yang melapor pada Senin (19/8/2024) ke Polsek Gerokgak bahwa telah kehilangan sembilan buah handphone yang sebelumnya berada di etalase konter miliknya. Selanjutnya polisi melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan mengamankan rekaman cctv yang terpasang di TKP.
“Dalam rekaman CCTV-nya memperlihatkan ada tiga orang yang tidak dikenal masuk ke dalam konter lalu mengambil HP di etalase dan salah satu orang yang mengambil HP ciri-cirinya mirip salah satu karyawan proyek yang tinggal di belakang konter,” terang Kapolsek Gerokgak, Kompol Arya Agung Arjana Putra, Rabu (28/8/2024).
Berbekal informasi tersebut penyidik langsung melakukan pemeriksaan terhadap salah satu karyawan proyek pembangunan tower berinisial MA (24) asal Jember, Jawa Timur yang memiliki ciri-ciri sama dengan di dalam rekaman CCTV koran. Alhasil MA mengakui perbuatannya dilakukan dengan dua orang lainnya yakni VPV (20) asal Probolinggo, Jawa Timur, dan MH (26) asal Banyuwangi, Jawa Timur yang sudah terbiasa lalu lalang di depan konter.
Setelah diperiksa ketiganya lalu mengakui perbuatannya yang dilakukan pada Senin (19/8/2024) sekitar pukul 23.00 WITA. Dimana ketiganya masuk dengan merusak pintu belakang menggunakan kunci pas 19, lalu masuk mengambil sembilan HP di etalase konter yang dikantongi dengan tas belanja warna merah lalu dibawa ke mess tempat tinggalnya.
Adapun barang bukti yang diamankan diantaranya dua buah HP merk Nokia tipe 105, dua buah HP merk Real Me C51, dua buah HP merk Awesome tipe A70, dua buah HP merk Vivo tipe Y81, satu buah HP merk Redmi tipe 13C, satu buah kunci pas 19, dan satu buah tas belanja berwarna merah.
“Sehabis mencuri ketiganya lalu kembali ke mess dan menyimpan sembilan HP tersebut di bawah kasur lipat yang ada di mess,” sebut Kapolsek.
Sementara itu, salah satu pelaku yang berinisial MA mengaku nekat melakukan aksi pencurian sembilan HP di konter korban lantaran kepepet kebutuhan ekonomi. Sebab gajih ketiganya diakui MA sudah selama sebulan bekerja di proyek masih belum dibayar.
“Kerja sudah sebulan gaji belum dibayar, (bos) sudah sempat kami telepon tapi belum direspon, jadi terpaksa mencuri, saya mau jual untuk kebutuhan sehari-hari. Belum punya rencana jual dimana,” pungkas dia.
Akibat perbuatannya ketiga pelaku kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan disangkakan dengan pasal 363 ayat 1 ke 4e, 5e KUHP. (dar/bpn)












