Inovasi Sabo Manis
Inovasi Sabo Manis SMP Negeri 3 Susut Untuk Gerakan Sekolah Sehat. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BANGLI – Gerakan Sekolah Sehat merupakan upaya yang dilakukan secara bersama-sama oleh semua pihak mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

Gerakan Sekolah Sehat yang digulirkan pemerintah pusat berfokus pada Sehat Bergizi, Sehat Fisik, Sehat Imunisasi, Sehat Jiwa, dan Sehat lingkungan di satuan Pendidikan.

Penguatan pendidikan gizi sangat penting untuk meningkatkan kecerdasan anak bangsa, menyehatkan fisik, serta menguatkan mental dan perilaku manusia Anak usia sekolah memiliki kebutuhan yang relatif lebih besar dari pada anak dengan usia dibawahnya, karena pada masa ini pertumbuhan akan lebih cepat terutama penambahan tinggi badan.

Dalam merealisasikan program tersebut salah satu sekolah di Kabupaten Bangli yakni SMP Negeri 3 Susut, menciptakan sebuah inovasi yang diberi nama ‘SABO MANIS (SAniscara Boga aMAtra speNtrIS)’. Program ini merupakan rintisan agar siswa terbiasa sarapan pagi, mengkonsumsi makanan dan minuman sehat dengan gizi seimbang.

Baca Juga :  Pemerintah Pusat Perkuat Upaya Penanggulangan TBC dan Polio, Ajak Kepala Daerah Dukung Imunisasi Nasional Polio

Ditemui disela kesibukannya pada Selasa (4/6/2024), Kepala SMP Negeri 3 Susut, Ni Made Suryadini, S.Pd., M.Pd., mengatakan, Program ‘SABO MANIS (SAniscara Boga aMAtra speNtrIS)’ sesui dengan nama programnya, Sabo Manis dilaksanakan setiap hari Sabtu. Siswa membawa bekal makanan dan minuman dari rumah, kemudian melaksanakan sarapan pagi Bersama di sekolah. Inovasi ‘SABO MANIS’ mulai diterapkan pada tanggal 6 Agustus 2022. Selanjutnya inovasi ini menjadi salah satu program inovasi sekolah dan di tuangkan dalam buku Program Inovasi Sekolah ‘Tri Kertaning Wisesa’.

“Tentunya inovasi ini memiliki beberapa tahapan, pada saat ini Inovasi ‘SABO MANIS’ dalam tahapan penerapan dan pembiasaan oleh seluruh warga SMPN 3 Susut sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Bangli Nomor 900/80/2022 tanggal 17 Januari 2022,” ujar Made Suryadini.

Baca Juga :  Tingkatkan Kesehatan Masyarakat Secara Menyeluruh, Pemkot Denpasar Kembali Gelar Safari Kesehatan

Selain itu seiring efektifitas berjalannya program Sabo Manis, untuk mendukung Gerakan Sekolah Sehat (GSS) siswa diwajibkan membawa air minum dengan botol isi ulang (tumbler) kesekolah setiap hari. Guru diwajibkan memberikan jeda perengangan selama pembelajaran berlangsung dan dilanjutkan minum air putih untuk memenuhi target pembiasaan minum air putih minimal 2 gelas sehari selama berkegiatan di sekolah.

Berkat dukungan warga sekolah (jajaran pimpinan, Guru, dan pegawai), Komite sekolah, orang tua siswa, dan pengelola kantin sekolah program ini dapat berjalan efektif dan memberi dampak positif pada peningkatan kesadaran tentang pola hidup sehat.(an/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News