Perkosa
Ilustrasi Diperkosa. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Seorang Calon Legislatif (Caleg) gagal berinisial KJA (37) hanya bisa tertunduk malu. Sebab dirinya diduga nekat melakukan perbuatan asusila terhadap anak kandungnya sendiri yang masih berusia 7 tahun. Kejadian memalukan tersebut dilakukan tersangka sekitar bulan Februari lalu dan akibatnya tersangka terancam dibui selama 15 tahun.

Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi menerangkan peristiwa ini berawal pada Kamis (22/2/2024) sekitar pukul 20.00 WITA di Wilayah Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Pelapor yang merupakan ibu kandung korban baru saja pulang sedari bekerja. Sesampainya di rumah pelapor malah mendapati anaknya tidur bersama KJA yang sudah dalam kondisi telanjang bulat.

Curiga dengan kondisi tersebut, pelapor lalu menduga anaknya telah disetubuhi oleh KJA yang merupakan suami dari pelapor sendiri. Selanjutnya anak tersebut diajak keluar dari kamar dan setelah ditanyakan dengan halus namun belum dijawab.

“Korban awalnya tidak menjawab, namun sang ibu coba mengajaknya pergi membeli makanan. Dalam perjalanan akhirnya anak menceritakan kejadian yang tengah dialami saat bersama sang ayah,” ungkap AKBP Widwan.

Baca Juga :  Guru Les Cabul di Karangasem Ternyata Mantan "Pelaut"

Dalam ceritanya, anak korban mengaku disuruh tidur di kasur, kemudian membuka pakaiannya hingga telanjang bulat. Melihat itu KJA lantas melancarkan aksinya dengan membuka celana dalam dan membuka baju anaknya. Setelah itu, KJA menindih anak kandungnya itu, sampai akhirnya berpindah posisi ke samping kiri. Saat itu, KJA diduga melancarkan aksinya dengan menggesek – gesek kemaluan anaknya bahkan sampai selanjutnya memasukkan jari ke dalam kelamin korban.

Di sisi lain, Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika menambahkan bila tersangka KJA ditahan akibat perbuatannya sejak Selasa (30/4/2024) di Rutan Polres Buleleng.

“Sudah ditahan sejak kemarin di Rutan polres Buleleng. Penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan untuk proses penyidikan” tegasnya.

Peristiwa tindak asusila ini dilaporkan oleh ibu korban ke Polda Bali pada tanggal 13 Maret 2023, ditandai dengan surat tanda penerimaan laporan nomor STTLP/177/III/2024/SPKT/POLDA BALI.

Baca Juga :  PMI Asal Tejakula Ditemukan Meninggal Dunia, Korban Diduga Sakit

Namun, Polda Bali melimpahkan kasus tersebut ke Polres Buleleng belakangan ini, mengingat lokasi kejadian berada di wilayah Bali utara.

Dari serangkaian penyelidikan, pria asal Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng itu akhirnya ditahan akibat perbuatannya sejak Selasa (30/4/2024) di Rutan Polres Buleleng.

Berdasarkan pengakuannya kepada polisi, KJA merupakan seorang Calon Anggota Legislatif (caleg) dari salah satu partai. Ia ikut bertarung memperebutkan kursi dewan pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 kemarin. Meski begitu, ia gagal meraih kursi dewan.

“Sempat ada selisih pendapat antara suami istri itu. Pelaku sedang kami tes kejiwaannya. Untuk hal lainnya masih kami selidiki lebih lanjut,” tambah AKBP Widwan.

Sementara itu, saat ini berkas perkara KJA sedang dilengkapi oleh polisi untuk diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng. Polisi juga menyebutkan tidak ada kendala dalam melengkapi berkas perkara asusila itu.

Atas perbuatannya itu, KJA dijerat Pasal 82 ayat (3) UU RI No. 17 tahun 2016 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang RI No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang Undang Jo Pasal 76 E UU RI No. 35 tahun 2014 Perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Baca Juga :  Kembali Jadi Sekolah Berasrama, Sugawa Korry dan Suardana Siap Terus Mengawal 

Atau Tindak Pidana Persetubuhan terhadap Anak sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 81 ayat (3) UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang RI No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang Undang Jo Pasal 76 D UU RI No. 35 Tahun 2014 Perubahan atas UU RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

KJA terancam pidana penjara paling singkat lima tahun, maksimal 15 tahun juga denda paling banyak Rp5 miliar.(dar/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News