OJK
Ilustrasi. Tingkat penyaluran kredit perbankan di Bali. Sumber Foto : Freepik.com

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kantor Regional 8 Bali Nusra (Nusa Tenggara) menyebut, tingkat penyaluran kredit perbankan di Provinsi Bali mencapai Rp100,32 Triliun pada periode Januari-Mei 2023, tumbuh 3,75 persen (yoy) lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Penyaluran kredit Rp100,32 triliun itu tumbuh 3,75 persen (yoy) lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,98 persen (yoy),” kata Kepala OJK Regional 8 Bali-Nusa Tenggara, Kristrianti Puji Rahayu, dikutip pada Selasa (11/7/2023).

Dirinya menyebut, dapat dilihat dari pertumbuhan kredit untuk Bank Umum di Bali sebesar 3,68 persen (yoy), dibandingkan posisi April 2023 juga yng saat itu tercatat sebesar 3,25 persen (yoy). Sedangkan, pertumbuhan kredit BPR posisi Mei 2023 mencapai 4,23 persen (yoy), juga lebih tinggi dibandingkan posisi April 2023 yang sebesar 3,40 persen (yoy).

Baca Juga :  BRI Regional Office Denpasar Salurkan KUR Rp4,272 Triliun hingga April 2026, Dorong UMKM Naik Kelas

Selanjutnya ia mengatakan, terkait jenis penggunaannya, pertumbuhan kredit didorong oleh peningkatan kredit Investasi dan Konsumsi, yang masing-masing tumbuh 5,50 persen (yoy) dan 3,59 persen (yoy), sedangkan sektornya, pertumbuhan kredit disumbangkan oleh peningkatan nominal penyaluran di Sektor Penerima Kredit Bukan Lapangan Usaha (tumbuh 3,59 persen yoy) serta Sektor Perdagangan Besar dan Eceran (tumbuh 3,15 persen yoy).

“Berdasarkan kategori debitur, sebesar 52,61 persen kredit di Bali disalurkan kepada UMKM dengan pertumbuhan sebesar 4,76 persen. Peningkatan penyaluran kredit ini selaras dengan kebijakan pelonggaran aktivitas masyarakat dan meningkatnya aktivitas pariwisata serta sektor pendukung pariwisata di Bali,” ucapnya.

Sementara itu, OJK Region 8 juga mencatat terkait dengan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), yang mencapai Rp150,74 triliun atau tumbuh double digit yaitu 24,88 persen (yoy) atau tumbuh lebih tinggi dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar 8,29 persen (yoy), dimana posisi DPK pada Mei 2023 sebesar 24,88 persen juga lebih tinggi dibandingkan posisi April 2023 yang tumbuh sebesar 24,84 persen (yoy). Berdasarkan jenisnya, peningkatan DPK ditopang oleh kenaikan Tabungan dan Giro.

Baca Juga :  OJK: Industri BPD Tetap Resilien di Tengah Ketatnya Persaingan Perbankan

“Kami menilai kinerja Industri Jasa Keuangan di Provinsi Bali posisi Mei 2023 tetap terjaga stabil, tercermin dari fungsi intermediasi berjalan baik. Likuiditas dan permodalan perbankan berada pada level yang memadai serta rasio Loan at Risk (LaR, red) terus mengalami penurunan,” imbuhnya.

Terkait rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) gross juga menurun dari 3,36 persen pada April 2023 menjadi 3,28 persen pada Mei 2023, dan untuk rasio LaR (Loan at Risk) pun terus mengalami penurunan menjadi 28,01 persen dari sebelumnya 29,39 persen pada April 2023. (aar/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News