unud
RS UNUD lakukan prosedur Therapeutic Plasma Exchange dengan Metode Filtrasi pada Pasien Guillain-Barre Syndrome. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, JIMBARAN – Guillain-Barre Syndrome (GBS) adalah penyakit autoimun yang langka dan serius yang mempengaruhi sistem saraf tepi. Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh menyerang mielin (lapisan pelindung saraf) di seluruh tubuh, menyebabkan kelemahan otot, mati rasa, kesulitan bernapas, dan masalah koordinasi. Meskipun penyebab pasti GBS belum diketahui, beberapa kasus dilaporkan terkait dengan infeksi virus atau bakteri.

Dalam pengobatan GBS, TPE bertujuan untuk mengurangi jumlah antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang saraf. Dengan cara ini, TPE dapat membantu mengurangi kerusakan saraf yang disebabkan oleh GBS dan mempercepat pemulihan.

Baca Juga :  Bandara I Gusti Ngurah Rai Siap Sukseskan 10th World Water Forum

Therapeutic Plasma Exhcange (TPE) merupakan prosedur medis yang dilakukan untuk mengobati beberapa kondisi terkait dengan gangguan sistem kekebalan tubuh. Proses ini melibatkan pemisahan darah pasien menjadi komponen-komponennya, dimana plasma darah (bagian cair) diambil dan diganti dengan cairan pengganti, seperti albumin atau plasma donor.

Mesin TPE akan mengeluarkan darah pasien dan sistem filtrasi akan memisahkan plasma darah dari sel darah dan elemen darah lainnya Kemudian, plasma darah diganti dengan cairan pengganti, dan sel darah dan elemen darah lainnya dikembalikan ke dalam tubuh pasien. Proses TPE pada umumnya dilakukan 1-3 sesi (tergantung pada kondisi dan respon terhadap terapi) dan masing-masing sesi memerlukan waktu 6-8 jam per sesi.

Baca Juga :  Pokja Bunda PAUD Kota Denpasar Kembali Sapa Siswa di Kecamatan Densel dan Dentim, Juga Bagikan Alat Mewarnai Serangkaian Hardiknas

Tindakan TPE dapat dilakukan pada beberapa jenis penyakit, antara lain penyakit autoimun (sindrom Guillain-Barre, Lupus Eritematosus Sistemik, sindrom Goodpasture), keracunan zat kimia, gangguan hematologi, penyakit ginjal, penyakit hati, penyakit neurologis hingga beberapa gangguan vaskular.

dr. I Gusti Ngurah Mahaalit Aribawa, Sp.An., KAR., FIPM selaku Kepala Instalasi Rawat Intensif RS UNUD menyampaikan bahwa RS UNUD telah melakukan prosedur TPE pada pasien dengan diagnosa Guillain-Barre Syndrome dengan kondisi parah.

“Perburukan kondisi yang cepat serta menggunakan ventilator di ICU RS UNUD. Prosedur TPE dengan metode filtrasi ini menjadi tindakan baru yang pertama kali dilakukan di RS UNUD dan di Provinsi Bali,” ucapnya. (unud.ac.id/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News