Gubernur Koster
Gubernur Koster Raih Penghargaan Indonesia Awards 2022. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster dianugerahi sebagai pemenang penghargaan Indonesia Awards 2022 melalui Kategori Pemajuan  Budaya Daerah dengan penghargaan sebagai Exemplary Leader of Local Culture Advancement In Disruption Era (Tokoh/Pemimpin Teladan Pemajuan Budaya Lokal di Era Disrupsi).

Penghargaan Indonesia Awards 2022 melalui Kategori Pemajuan Budaya Daerah ini diberikan oleh iNewsTV di acara Pidato Akhir Tahun 2022 Gubernur Bali ‘44 Tonggak Peradaban Penanda Bali  Era Baru’ pada Jumat (30/12/2022) di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi  Bali.

Sebelum Penghargaan Indonesia Awards 2022 ini diberikan kepada Gubernur Bali, Wayan Koster sebagai hadiah Tahun Baru 2023 dari hasil kerja kerasnya memimpin Bali dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, terlebih dahulu Perwakilan Dewan Juri Indonesia Awards 2022, Aiman Witjaksono menyampaikan ,pengantar atas diberikannya Penghargaan Indonesia Awards 2022 kepada Ketua DPD PDI Perjuangan  Provinsi Bali ini.

Perwakilan Dewan Juri Indonesia Awards 2022, Aiman Witjaksono dalam pengantarnya menyatakan, iNewsTV sebagai salah satu stasiun Televisi di Indonesia memiliki komitmen penuh untuk mendorong dan mendukung upaya yang dilakukan oleh Pemerintah dalam pemulihan ekonomi, penguatan peradaban budaya dan pembangunan Sumber Daya Manusia. Dukungan dan komitmen tersebut secara konsisten kami lakukan dengan memberikan  apresiasi yang bertajuk ‘Indonesia Awards’ kepada tokoh  pemimpin publik nasional dan daerah yang menunjukkan strategi unggul, dan kinerja luar biasa di Indonesia.

Tahun 2022 Ajang Apresiasi Indonesia Awards diselenggarakan dengan mengusung tema ‘Strengthening Fundamentals For Sustainable Ekonomic Recovery’ yang memiliki dua makna : Pertama, Sebagai Apresiasi Kerja Unggul yang ditujukkan para tokoh publik nasional dan daerah untuk membangun fundamental kuat bagi pemulihan ekonomi. Kedua, Mengangkat karakter pemimpin daerah yang dapat dijadikan teladan dalam mengangkat kondisi daerahnya menuju keadaan yang lebih baik dan makna yang terakhir untuk memberikan inspirasi bagi calon-calon pemimpin masa kini dan masa depan untuk mengembangkan diri  sehingga mampu berhasil dalam usaha kepemimpinannya.

Adapun untuk Kategori yang kami hadirkan dalam program  Indonesia Awards 2022 yakni Kategori : 1) Reformasi Birokrasi; 2) Transformasi Digital; 3) Pengembangan Ekonomi Kerakyatan; 4) Peningkatan Investasi Daerah; 5) Ekonomi Hijau dan Biru; 6) Pemajuan Budaya Daerah dengan kriteria penilaian meliputi Kejelasan Strategi Kebijakan, Kualitas Eksekusi dan Implementasi, Dampak Kebijakan dan Nilai Inovasi yang Terjadi di Masyarakat.

Tahapan pelaksanaan Indonesia Awards 2022 dilaksanakan dari  September-Oktober 2022 yang meliputi : 1) Tahap Penjaringan  oleh iNews Research; 2) Pengisian Kuesioner; 3) Tahap Penjurian;  4) Penentuan Akhir; dan 5) Penerimaan Penghargaan.

Adapun Dewan juri yang melakukan penjaringan, seleksi dan penentuan akhir terdiri dari 2 dewan Juri yakni Juri Internal dan Juri Eksternal. Juri Internal terdiri dari tim Board Of Director (BOD) iNews dan dari Tim iNews Reserch. Untuk Juri Eksternal terdiri dari : 1) Dr. Wahyu T. Setyobudi, MM, ATP, CPM berprofesi sebagai  Peneliti dan Konsultan Transformasi Stratejik dan Inovasi dari PPM  Manajemen. Selain aktif menjadi peneliti dan dosen di PPM School of Management, juga aktif menjadi juri dan panel ahli di berbagai ajang bergengsi di Indonesia seperti Marketing Awards, BUMN Awards, IDX Channel Innovation Awards, Top Digital Company Awards dan Apresiasi Koran Sindo; 2) Dr. Asnan Furinto, S.T.,MBA yang berprofesi sebagai Dosen Tetap Program Doktoral dan Ketua  Bidang Keahlian Pemasaran Strategis, Prodi DRM, Binus Business  School. Area Keahlian Dr. Asnan adalah Bidang Riset Pemasaran,  Manajemen Inovasi, dan Statistic Bisnis; 3) Prof. Dr. Budi  Frensidy, S.E., Akt., CA.,CFP.,CRP., CWM CIB., ACPA., Associate CPA, M.Com. Saat ini aktif sebagai pengajar dan anggota Senat Akademik di FEB UI, Komite Audit dan Pemantau Risiko PT Astra  Aviva Life, Komite Audit PT Bintraco Dharma Tbk, Komite Audit PT  Lotte Chemical Tbk, dan Komisaris Independen PT Andalan  Finance Indonesia.

Baca Juga :  GKA Kencana Wiguna dan GKW Wahana Swara Githa Jadi Yang Terbaik, Wali Kota Jaya Negara: Parade Gong Kebyar Momentum Pembinaan Ciptakan Bibit Seni Terbaik

Kategori Pemajuan Budaya Daerah dalam Indonesia Awards 2022 merupakan inisiatif, strategi dan inovasi yang ditujukan oleh pemimpin di daerah dalam rangka untuk memberikan perlindungan, penguatan budaya lokal di daerah agar mampu bertahan di tengah perubahan zaman terutama di era disrupsi saat  ini, sehingga dapat memberikan dampak dan manfaat dalam mendukung peningkatan perekonomian daerah.

Hal ini mencakup berbagai hal, namun tidak terbatas pada landasan hukum, metode pendekatan masyarakat, pembangunan infrastruktur yang memberi manfaat bagi masyarakat. Pada saat proses penjaringan dan seleksi, dengan mempertimbangkan aspirasi dari iNews Biro Bali, Tim Dewan Juri menerima usulan untuk menjadikan beberapa Tokoh Publik Nasional dan Daerah, salah satunya Gubernur Bali sebagai salah satu kandidat penerima Indonesia Awards 2022 dengan Kategori Pemajuan Budaya Daerah.

Dalam proses penjaringan, penjurian sampai penentuan tahap akhir Tim Dewan Juri menerapkan 2 metode uji terhadap program Pemajuan Budaya Daerah yang dilaksanakan oleh Gubernur Bali yakni Uji  Kebijakan dan Uji Lapangan. Uji Kebijakan dilaksanakan oleh tim juri dengan metode pengkajian terhadap serangkaian kebijakan Gubernur Bali yang berkaiatan dengan Pemajuan Budaya di Bali.

Adapun uji lapangan dilaksanakan oleh Tim Riset dan Dewan Juri dengan turun langsung ke daerah untuk melihat dan memastikan bahwa regulasi dan kebijakan yang dikeluarkan telah diimplementasikan dan memberi dampak manfaat terhadap perekonomian di daerah. Selanjutnya setelah menganalisis dan mengolah data dari hasil  pelaksanaan 2 metode uji tersebut, Tim Dewan Juri menemukan adanya korelasi positif antara variabel kebijakan dengan variabel penerapan di lapangan dimana anatara satu dan yang lainnya saling keterkaitan dan bergerak ke arah yang sama.

Adapun deskripsi dari hasil analisis dan olah data tersebut yakni bahwa arah kebijakan dan program pembangunan di Bali yang berkaitan dengan kebudayaan dilaksanakan dari hulu ke hilir dengan berorientasi pada keberpihakan dalam memajukan kebudayaan Bali yang meliputi perlindungan, pembinaan,  pengembangan dan pemanfaaatan tradisi, seni, budaya dan adat istiadat Bali.

Implementasi kebijakan yang dilakukan Gubernur Bali, Wayan Koster dalam Pemajuan Budaya dan Adat Bali telah dimulai  dengan penyusunan regulasi sebagai payung hukum pelaksanaan  dan penguatan program Pemajuan Budaya dan Adat Bali, diantaranya : 1) Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Desa Adat di Bali; 2) Peraturan Daerah Provinsi Bali  Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Penguatan dan Pemajuan  Kebudayaan Bali; 3) Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun  2018 Tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali; 4) Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 Tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali; 5) Peraturan Gubernur Bali Nomor 26 Tahun  2020 Tentang Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat; dan 6) Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 4  Tahun 2021 Tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali/Kain  Tenun Tradisional Bali.

Baca Juga :  Kapolda Bali Ikuti Taklimat Akhir Audit Kinerja Itwasum Polri Tahap II T.A. 2022

Selanjutnya sebagai implementasi dari regulasi yang disusun,  Gubernur Bali, Wayan Koster melakukan beberapa kebijakan  strategis melalui sebuah pembangunan sebagai komitmen dan  langkah nyata dalam Pemajuan Budaya dan Adat Bali, diantaranya : 1) Pembentukan Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Bali sebagai lembaga yang secara khusus untuk mengelola dan menangani Desa Adat dalam rangka memperkuat Desa Adat di Bali; 2) Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung  sebagai sarana prasarana yang sangat penting untuk memajukan  kebudayaan Bali. Kawasan Pusat Kebudayaan Bali berisi fasilitas pentas seni, museum tematik, serta terintegrasi dan terpadu dengan sektor-sektor lainnya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Bali; 3) Pembangunan Perlindungan Kawasan Suci Pura Agung Bersakih di Karangasem. Pura Besakih merupakan pura terbesar di Bali bahkan di dunia. Pura Besakih juga merupakan Hulunya dunia dengan siklus upacara yang sangat lengkap. Pura Besakih berada di jantung Gunung Agung/Giri Tohlangkir yang bermakna sebagai Yang Maha Agung. Komitmen Gubernur Bali sangat tinggi dalam melindungi Pura Besakih diimplementasikan dengan dibangunnya proyek Perlindungan Kawasan suci Pura Agung Besakih; dan 4) Pembangunan Gedung Majelis Desa Adat di Provinsi Bali dan 9 Kabupaten/Kota di Bali. Hal ini sebagai bentuk komitmen nyata Gubernur Bali dalam menjaga dan melestarikan adat istiadat Bali. Tidak hanya gedung/kantor, Gubernur Bali juga lengkapi dengan sarana prasarana yang memadai dalam rangka mendukung kinerja pembinaan Majelis Desa Adat Provinsi Bali terhadap 1.493 Desa Adat di Bali.

Dampak dari kebijakan Gubernur Bali dalam Pemajuan Budaya dan Adat di Provinsi Bali ternyata memberikan dampak positif secara langsung terhadap masyarakat Bali, diantaranya : 1) UMKM dan IKM Berbasis Produk Lokal Bali merasakan manfaat langsung sebab kebijakan Gubernur Bali tidak hanya melindungi produk lokal, juga membantu dalam pemasarannya, sehingga omset penjualan semakin meningkat. Sebagai contoh : Pergub Penggunaan Busana Adat Bali dan SE  Penggunaa Kain Tenun Endek Bali secara langsung memberikan multiflayer effect terhadap perekonomian masyarakat Bali baik dari sisi produksi, distribusi maupun penjual langsung. Bahkan para penenun kain tradisional yang sebelumnya sempat mati suri, melalui kebijakan Pergub dan SE ini kini bangkit dan banjir pesanan. Tentu hal ini terjadi bukan karena sebuah kebetulan semata, tetapi karena adanya intervensi kebijakan pemimpin yang pro terhadap Budaya dan masyarakatnya; 2) Desa Adat beserta Prajuru Adat sebagai lembaga pengayom adat merasa terlindungi dalam setiap kegiatannya sebab telah disiapkan paying hukum dan lembaga pemerintahannya yang bernama Dinas Pemajuan Masyarakat Adat. Sebagai contoh : Perda Desa Adat di  Bali kini memberikan status dan pengakuan yang jelas terhadap  keberadaan Desa Adat di Bali. Tidak cukup sampai di paying hukum atau regulasi, Gubernur Bali juga lengkapi fasilitas Desa Adat melalui pembangunan Gedung Majelis Desa Adat di Provinsi dan 9 Kabupaten/Kota di Bali, pemberian mobil operasional serta  diberikannya dana operasional kepada 1.493 Desa Adat di Bali. Hal ini jelas menandakan komitmen seorang pemimpin dalam memajukan dan menjaga eksistensi budaya lokal daerah; 3) Melalui pembangunan dan penataan sejumlah infrastruktur maupun tempat ibadah (Penataan Pura), Masyarakat Bali kini merasa lebih nyaman dalam setiap melaksanakan upacara dan persembahyangan. Sabagai contoh : Penataan Kawasan Pura Besakih memberikan akan memberikan kenyamanan masyarakat Bali dalam melaksanakan persembahyangan mengingat Pura Besakih merupakan Pura  Terbesar di Bali. Juga pembangunan infrastruktur monumental  Kawasan Pusat Kebudayaan Bali dengan luas 334 hektar yang merupakan kawasan terintegrasi dan terpadu dengan sektor  lainnya dan tidak hanya mejadi pusat peradaban budaya juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Bali; dan 4) Masyarakat Bali semakin bangga dan mencintai Produk Lokal Bali sebab dalam era pemerintahan Gubernur Bali, Wayan Koster, produk lokal Bali secara konsisten dipromosikan baik ke tingkat nasional maupun luar negeri melalui sejumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemprov Bali. Sebagai contoh : Masyarakat Bali dari berbagai lintas generasi kini semakin bangga dengan kain endek Bali dan pakaian busana adat Bali. Bahkan kini muncul kreasi-kreasi baru terhadap motif kain endek dan juga busana adat. Penggunaan endek Bali kini tidak hanya semata-mata untuk keperluan kerja atau kegiatan formal, tetapi juga kini sudah menjadi kebutuhan trend dan fashion.

Baca Juga :  Pembalap Indonesia Sukses Lalui Tantangan ATC Buriram

Berdasarkan Hasil Analisis dan Olah Data dengan menggunakan Metode Uji Kebijakan dan Uji Lapangan, Tim Dewan Juri sampai pada kesimpulan dan tahap akhir penentuan penjurian dengan sepakat memutuskan serta menetapkan Gubernur Bali, Bapak Dr. Ir. Wayan Koster, M.M sebagai pemenang penghargaan Indonesia Awards 2022 melalui Kategori Pemajuan Budaya Daerah dengan penghargaan Sebagai Exemplary Leader Of Local  Culture Advancement In Disruption Era (Tokoh/Pemimpin Teladan Pemajuan Budaya Lokal Di Era Disrupsi.

Pengumuman dan Penganugerahan telah dilaksakan pada Rabu 26 Oktober 2022 di Jakarta Concert Hall iNews Tower Lt. 14. Namun pada hari dan waktu yang sama bapak Gubernur Bali tidak bisa hadir untuk menerima penghargaan dikarenakan ada agenda kegiatan serangakaian persiapan KTT G20. Sehingga pada Jumat 30 Desember 2022 merupakan sebuah kehormatan bagi kami dari iNews dan Dewan Juri untuk dapat hadir di Bali dalam rangka untuk menyerahkan apresiasi penghargaan ini secara langsung kepada Gubernur Bali,  Bapak Wayan Koster.

“Harapan kami dari iNews dan Tim Dewan Juri, semoga melalui apresiasi ini Bapak Gubernur semakin komitmen, konsisten  dan tidak kendor semangatnya di dalam menjaga dan memajukan Budaya dan Adat Bali. Kami ucapakan Selamat Kepada Bapak Wayan Koster, Semoga senantiasa menjadi isnpirasi dan teladan bagi yang lainnya untuk lebih bersemangat dalam melindungi dan memajukan Budaya lokal daerah,” tutup Perwakilan Dewan Juri Indonesia Awards 2022, Aiman Witjaksono.(bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini