undiksa
Acara Kampus Merdeka Fair 2022 yang berlangsung di Auditorium Undiksha Singaraja. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Roadshow enam kota bertajuk Kampus Merdeka Fair telah sampai di lokasi terakhir, yaitu Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Lima tuan rumah sebelumnya adalah Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Tanjungpura Pontianak, Politeknik Negeri Jakarta, dan Politeknik Negeri Malang.

Kampus Merdeka Fair diikuti oleh pimpinan dan civitas berbagai perguruan tinggi akademik dan perguruan tinggi vokasi, mitra industri, serta mahasiswa. Acara ini digelar sebagai ajang untuk memacu peningkatan kuantitas dan kualitas pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dan mewujudkan program Kampus Merdeka mandiri.

“Semangat untuk bertransformasi harus kita kuatkan karena kita masih berada pada tahap-tahap awal dari perjalanan panjang memperbaiki dunia pendidikan tinggi Indonesia. Masih banyak aspek perlu kita maksimalkan agar program-program MBKM berjalan dengan optimal, terutama dari segi jumlah mahasiswa, perguruan tinggi, dan mitra yang terlibat,” ucap Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, dalam arahan yang disampaikan secara daring.

Menteri Nadiem memberikan apresiasi kepada pihak yang telah mengupayakan transformasi pendidikan tinggi melalui kebijakan MBKM selama tiga tahun terakhir, serta menyuarakan ajakan untuk meneruskan perjuangan tersebut.

Baca Juga :  PJ Bupati Buleleng Harapkan Sinergi Lembaga Sosial dalam Pengendalian Inflasi

Di titik ini, salah satu hal yang menurutnya paling penting adalah membuat inisiatif tersebut menjadi suatu gerakan yang berkelanjutan, di mana upaya untuk berkolaborasi dan bertransformasi muncul dari kampus sendiri.

“Untuk itulah kami mendorong terwujudnya program Kampus Merdeka Mandiri, di mana setiap perguruan tinggi bisa merancang dan menjalankan program MBKM yang sesuai dengan kebutuhannya masing-masing,” imbuhnya.

Plt. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Sri Gunani Partiwi, yang hadir secara langsung di Undiksha menyampaikan bahwa program-program MBKM telah melibatkan lebih dari 700 ribu mahasiswa Indonesia. Meski jumlahnya cukup besar, namun jumlah ini hanya mencakup sebagian kecil dari total jumlah mahasiswa Indonesia yang mencapai 8 juta orang. Program MBKM mandiri, karenanya, menjadi salah satu solusi untuk memperluas kesempatan bagi mahasiswa belajar di luar program studi atau di luar kampus.

“Kami mohon kepada seluruh perguruan tinggi di Indonesia senantiasa meningkatkan kuantitas maupun kualitas dari program MBKM secara mandiri sehingga dapat memberikan kesempatan yang sama bagi adik-adik mahasiswa di seluruh Indonesia karena hal ini memberikan dampak yang baik,” pintanya.

Berkaitan dengan tujuan itu pula, Kemendikbudristek memilih enam perguruan tinggi sebagai tuan rumah Kampus Merdeka Fair. Keenam perguruan tinggi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain di daerah sekitarnya dalam melaksanakan MBKM mandiri.

“Itu semua didesain dengan pertimbangan bahwa pelaksanaan MBKM mandiri yang dilakukan oleh para institusi terpilih ini adalah salah satu best practices yang kami lihat dan kami evaluasi baik secara kualitas maupun jumlah. Melalui roadshow ini diharapkan ada pertukaran wawasan, pengetahuan, dan praktik baik tentang Kampus Merdeka di antara pimpinan perguruan tinggi,” terang Sri Gunani Partiwi.

Baca Juga :  Pengamanan Jalur Melasti ke Pura Luhur Tanah Lot

Disisi lain, Rektor Undiksha, I Nyoman Jampel, mengungkapkan bahwa peluncuran MBKM dan penetapan Indikator Kerja Utama (IKU) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberikan warna baru terhadap penyelenggaraan pendidikan di Perguruan Tinggi. MBKM mendorong seluruh perguruan tinggi untuk melakukan perubahan terhadap kurikulumnya dengan memberikan kesempatan kepada anak didik untuk mengenyam pembelajaran di luar program studinya baik di dalam perguruan tinggi maupun di luar perguruan tinggi.

“MBKM dan IKU mendorong Perguruan Tinggi untuk melakukan transformasinya. Dengan MBKM diharapkan anak-anak memiliki pengalaman lapangan yang mumpuni untuk mereka nantinya terjun ke dunia kerja,” sebut Rektor.(dar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini