WIR Group
Kiri : Marketing Officer WIR Group, Gupta Sitorus, kanan : Co Founder and Chief Bussines Officer Greens, Erwin Gunawan. Sumber Foto : ads/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Greens, startup teknologi pertanian (agritech) asal Indonesia, berkolaborasi dengan WIR Group (PT WIR Asia Tbk) perusahaan teknologi berbasis Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR) dan Artificial Intelligence (AI) terkemuka di Asia Tenggara untuk mengembangkan jaringan outlet bahan pangan hyperlocal di metaverse yang berjalan pada platform teknologi Web 3.0.

Nota kesepahaman kerja sama ditandatangani oleh Co Founder and Chief Bussines Officer Erwin Gunawan dan Chief Sales and Marketing Officer WIR Group Gupta Sitorus bersamaan dengan berlangsungnya ajang NXC International Summit 2022 di Bali, Kamis (1/9/2022).

Kehadiran Greens di metaverse akan memberikan peluang bagi startup yang berdiri sejak 2019 ini untuk terus mengembangkan berbagai potensinya dan membuktikan bahwa penerapan teknologi Web 3.0 akan mendukung dan mendorong aktivitas online to offline (O2O).

“Sejak awal kami sangat memahami bahwa teknologi digital metaverse merupakan suatu keniscayaan di masa depan, yang memungkinkan kami terus membangun dan mengembangkan berbagai terobosan dan inovasi lanjutan, sebagai upaya meningkatkan potensi yang kami miliki baik di sektor pemasaran maupun layanan untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan kami,” tutur Erwin.

Baca Juga :  Hadapi Perkembangan Dunia Virtual, ITB STIKOM Bali Berencana Bawa Proyek Bali 1928 ke Metaverse

Teknologi digital bukan hal baru bagi Greens yang telah menciptakan inovasi teknologi agrikultur berbentuk pod (Greens Pod) yang memanfaatkan sistem penanaman dalam ruangan, Blockchain, Artificial Intelligence (Al), dan Internet of Things (IOT) untuk menciptakan desentralisasi sumber pangan seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.

“Kehadiran kami di platform metaverse merupakan our big step yang akan membentuk ekosistem baru guna mengajak masyarakat untuk menjadi pelaku industri pertanian dengan menanam pohon, buah-buahan, sayur-sayuran di mana saja dan kapan saja, serta agar bersiap untuk merambah ke dunia metaverse dengan konsep blockchain, jelas Erwin.

Melalui platform metaverse, upaya Greens membantu masyarakat awam memenuhi kebutuhan pangannya sendiri melalui solusi Metafarming dapat hadir lebih imersif dan impresif.

“Masyarakat dapat menanam secara virtual dan berkelanjutan untuk mendapatkan bahan pangan bergizi tinggi seperti micro greens (yang mengandung 40x lebih banyak vitamin, mineral dan tingkat antioksidan dibanding dengan sayuran biasa) dari manapun mereka berada, dengan demikian membuka kesetaraan akses pangan,” imbuh Erwin.

Metaverse diharapkan juga akan mendukung jaringan sumber pangan hyperlocal berupa Greens outlet.

Konsumen Greens akan mulai mendapatkan pengalaman menikmati hidangan hyperlocal (hyperlocal gastronomy) di Greens Stasiun yang akan segera hadir di Jakarta pada Oktober mendatang.

“Kami berharap teknologi metaverse dapat menjadi platform yang tepat bagi kami untuk menyebarluaskan jaringan sumber pangan hyperlocal ke berbagai kota di Indonesia serta ke Uni Emirat Arab dalam beberapa waktu ke depan,” ujar Erwin.

Sementara Chief Sales and Marketing Officer WIR Group, Gupta Sitorus menegaskan, Platform metaverse membuka peluang-peluang baru bagi penggunanya untuk mengembangkan usaha berkat sifatnya yang tak terbatas waktu dan tempat. Sejak awal, Greens telah mengaplikasikan teknologi digital dalam inovasinya sehingga akan mudah bagi Greens untuk memanfaatkan platform metaverse dan mengoptimalkan berbagai potensi, terutama dalam hal penerapan bisnis dan pengalaman O2O.

Baca Juga :  TKO Summit 2021: TKO Whitepaper V3 dan Bagaimana Blockchain Sangat Bermanfaat dalam Berbagai Industri

Menurut Gupta, kunci utama untuk sukses di era digital adalah adanya keinginan dan kesadaran dari pemilik usaha untuk melakukan transformasi digital untuk usahanya agar tetap berada dalam jalur kompetisi yang semakin ketat.

“Metaverse membuka berbagai kesempatan yang tidak terbatas, namun untuk menavigasi serta berinteraksi di dunia ini diperlukan cara-cara khusus. Kami turut serta membangun metaverse dengan keahlian kami dalam pengembangan augmented reality dan virtual reality yang bisa menjawab kebutuhan metaverse masa depan, termasuk perkembangan berbagai usaha bisnis nantinya,” tutup Gupta.(ads/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini