Bupati Badung
Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta menghadiri karya Pitra Yadnya ‘Kusa Pranawa’ Ngaben Massal Desa Adat Belantih, di Lapangan Umum Desa Belantih, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Selasa (27/9/2022). Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta menghadiri karya Pitra Yadnya ‘Kusa Pranawa’ Ngaben Massal Desa Adat Belantih, bertempat di Lapangan Umum Desa Belantih, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Selasa (27/9/2022). Bupati Giri Prasta memberikan apresiasi dan dukungan atas semangat persatuan yang telah ditunjukkan krama Desa Belantih untuk melaksanakan yadnya secara bersama-sama. Selain beri dukungan Bupati Giri Prasta, juga memberi bantuan dana secara Pribadi Rp40.000.000 dan mendoakan semoga karya berjalan dengan baik, sempurna dan lancar.

Dalam kesempatan ini turut hadir Gubernur Bali, I Wayan Koster, Anggota DPR RI Dapil Bali, I.G.N Alit Kesuma Kelakan, Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, Ketua DPRD Bangli, Camat Kintamani beserta unsur tripika Kecamatan Kintamani, Perbekel Desa Belantih, I Nengah Wardana, Bendesa Adat Belantih, Manggala Karya, I Nyoman Irmawan, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambrama wacananya Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, menekankan pentingnya karya pitra yadnya/atiwa-tiwa, atma wedana dan sawa prakerti ini, yang dilaksanakan lima tahun sekali, dimana karya ini merupakan sebuah sarana upacara untuk menyucikan atma sehingga menjadi dewa hyang guru dan melinggih di merajan rong tiga. Pihaknya juga mengajak semeton semua harus selalu berpedoman dengan ajaran Agama Hindu berlandaskan Dharmaning Leluhur, Dharmaning Agama dan Dharmaning Negara. Dharmaning leluhur yaitu krama adat semua wajib ayat bakti ring leluhur karena itu ada dadia, yang kedua Dharmaning Agama kita semua ini sama Beragama Hindu dan yang ketiga Dharmaning Negara seperti contoh krama memakai masker.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Manggala Karya, Bendesa, Perbekel dan para tokoh di sini sudah menjalankan utamaning utama. Dalam pelaksanaan meperoras mamukur ini krama semua sudah menjalankan yang namanya Nyurut Ayu. Banyak rangkaian dari upacara nyekah yang patut dilaksanakan oleh krama sebagai peserta nyekah. Mulai dari ngangget don bingin, murwa daksina, meprelina puspa, meajar-ajar dan terakhir mamitang ke pura dalem dan ngelinggihang di masing-masing merajan,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Giri Prasta Launching TPS3R Jayagiri Carangsari, Wujud Rasa Cinta Terhadap Lingkungan dan Alam

Dilanjutkan, selain itu dalam prosesi Murwa Daksina menggunakan Bebek Putih dimana Prelambang Linggih Betara Siwa yang digunakan untuk mengelilingi Peyadnyan/ tempat acara mamungkur untuk mengantarkan Atma ke Surga dan dalam pelaksanaan upacara ini juga harus menjalankan Panca Suara yaitu Pertama Ida Sulinggih Mepuja suara Kleneng/Genta, yang Kedua Mamutru/Ngwacen Lontar Atma Prasangsa, Ketiga Sesolahan Topeng Sidakarya, Keempat Sesolahan Wayang Lemah, dan yang terakhir Kelima Geguritan Kidung/Pesantian, dan selanjutnya dalam pelaksanaan meajar-ajar yang disebut catur loka pala. Yang terakhir dan utama adalah saat ngelinggihang disebut Dewa Pratista bermakna menyatukan bumi dengan langit dengan konsep padu muka.

“Pada Prosesi ngelinggihang yang disebut dewa pratista ini berdasarkan lontar panglukuning dasa aksara dan lontar panglukuning panca aksara pari kandaning parahyangan, kami harapkan, semua prosesi upacara tersebut dapat diikuti oleh semua keluarga sebagai tanggung jawab serta wujud bakti kita kepada leluhur yang diupacarai,” pintanya.

Baca Juga :  Bupati Giri Prasta Beri Arahan Terkait Anggaran di Kecamatan dan Kelurahan, Wujud Akselerasi Pembangunan di Setiap Wilayah Lingkungan

Sementara itu Manggala Karya yang diwakili Perbekel Desa Belantih, I Nengah Wardana, menyampaikan ucapan banyak terimakasih atas kesediaan Bapak Murdaning Jagat Bali, Murdaning Jagat Badung, Murdaning Jagat Bangli,serta undangan lainnya sudah hadir di tengah-tengah masyarakat Desa Adat Belantih, Desa Belantih dimana kami masyarakat melaksanakan upacara Pitra Yadnya ‘Kusa Pranawa’ Ngaben Massal ring Desa Adat Belantih, dimana yang ikut dalam upakara ini sebanyak 71 Jumlah Sawa, Metatah/Potong Gigi 181 Orang, dan Meperoras 71 Sawa. Dalam pelaksanaan upacara ini sudah diawali pada Tanggal 4 September 2022 Redite Pon, Prangbakat Nyukat Genah Peyadnyan, pada Tanggal 5 September 2022 Nanceb Genah Perorasan, dan Puncak Pengabenan Tanggal 22 September 2022 yang lalu dan setelah itu Puncak Pengerorasan jatuh pada Tanggal 25 September 2022 Redite Wage, Wayang, dan pada hari ini Selasa tanggal 27 September 2022 Anggara umanis, Wayang Ngulemin Undangan ring Pemerintah lan undangan Umum, dan pelaksana acara meajar-ajar bertempat di Wewidangan Pura Lempuyang  pada Tanggal 30 September 2022 dan terakhir  tanggal 2 Oktober 2022.(bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini