Bandara Bali Utara
Ilustrasi Bandara. Sumber Foto : unsplash.com

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana cukup terkejut mendengar adanya kabar bahwa pembangunan bandara di Bali Utara masuk di daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bakal dihapus oleh pemerintah karena dinilai tidak akan selesai hingga tahun 2024.

Bupati asal Desa Banyuatis inipun mengaku belum mengetahui pasti keputusan itu dan baru mengetahuinya hanya lewat media massa. Akan tetapi jika itu benar adanya maka dirinya sangat menyayangkan keputusan itu, sebab pembangunan bandara diyakini dapat membantu menyeimbangkan perekonomian antara Bali Utara dan Selatan ke depan.

“Saya rasa kalau memang benar berita itu sebagai kepala daerah terkejut juga, saya rasa semuanya sekarang kita kembalikan kepada pemerintah provinsi untuk berjuang kembali,” ungkapnya saat ditemui Rabu (27/7/2022).

Kemudian dirinya menyebut bahwa Gubernur Bali, Wayan Koster telah berupaya untuk menyiapkan beberapa sarana penunjang sebelum dibangunnya bandara. Sarana itu seperti merancang akses jalan menuju lokasi bandara, yakni dari Gilimanuk menuju Desa Sumberklampok.

Baca Juga :  Gubernur Koster Perkuat Branding Arak Bali dalam Lomba Desain Kemasan Minuman Tradisional Arak Bali

Disamping rancangan itu, Gubernur Bali juga sebut Suradnyana telah melakukan upaya lain seperti menyerahkan hampir 70 persen dari luasan tanah milik Pemprov Bali yang ada di Desa Sumberklampok untuk warga setempat. Sehingga dengan diserahkannya lahan itu, konflik agraria yang terjadi sejak puluhan tahun di Desa Sumberklampok dapat diselesaikan.

Maka dengan demikian untuk pembangunan bandara, masyarakat dapat menyetujui jika lahan mereka nantinya akan dibangun bandara, karena akan ada ganti rugi yang diberikan oleh pemerintah.

“Jadi pak gubernur sudah berupaya sekuat tenaga, bahkan sudah berupaya semaksimal mungkin agar bandara ini tercapai,” tegas Suradnyana.

Kendati demikian Suradnyana meyakini jika Gubernur Bali akan terus berupaya agar bandara bisa di bangun di Buleleng, walau perkiraan sementara ini pemerintah pusat kemungkinan akibat pandemi jadi ada kepentingan lain yang harus didahulukan.

“Ini bukan kartu mati, kedepan bisa diperjuangkan lagi. Soal lobi-lobi ke pusat itu Gubernur juaranya yang jelas saya sangat berharap bandara dibangun di Bali Utara,” imbuhnya.

Disisi lain, Kepala Desa Sumberklampok, I Wayan Sawitra Yasa menyampaikan jika pihaknya belum mendengar isu batalnya dibangun bandara. Namun dirinya mengaku apapun yang menjadi keputusan baik jadi atau tidak adalah kewenangan Gubernur.

Baca Juga :  Gubernur Koster Tutup Bulan Bahasa Bali IV Tahun 2022, Generasi Muda Harus Jadi SDM Unggul

Jadi pihaknya hanya menyampaikan bahwa warga sebelumnya merespon positif, sebab hal itu akan menambah lapangan pekerjaan termasuk nilai tanah akan naik.

“Kami belum berani beri tanggapan apa-apa, intinya warga siap terima kalau dibangun bandara serta mendukung sepenuhnya,” terangnya.(dar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini