Nyurat Lontar - Baligrafi
Ngajegang Budaya Bali, Pemkab Jembrana Gelar Lomba Nyurat Lontar & Baligrafi. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, JEMBRANA – Bupati Jembrana, I Nengah Tamba membuka secara resmi Wimbakara (lomba) ‘Nyurat Lontar’ atau menulis diatas daun lontar/enau dengan aksara Bali dan lomba Baligrafi tingkat Kabupaten Jembrana yang dilaksanakan di areal utamaning mandala Pura Jagatnatha, Kamis (2/6/2022).

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Jembrana, Ida Ayu Made Darma Yanti mengatakan diselenggarakan kegiatan ini sebagai upaya bersama dalam melestarikan kebudayaan Bali.  Ia menambahkan Nyurat Lontar sendiri menjadi salah satu kearifan lokal yang diwariskan leluhur untuk masyarakat Bali. Tradisi tulis menulis ini telah ada sejak zaman silam, yang pada umumnya menggunakan aksara Bali.

“Total peserta yang mengikuti 2 perlombaan ini sebanyak 51 orang yaitu nyurat aksara Bali sebanyak 39 siswa-siswi SMP dan 12 siswa-siswi SMA/SMK di Jembrana untuk lomba Baligrafi. Pelaksaaan perlombaa ini juga berkerjasama dengan para penyuluh bahasa Bali yang bertugas di Jembrana,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Tamba dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya kepada para peserta yang notabene generasi-generasi muda Jembrana dalam rangka ngajegang budaya Bali.

Baca Juga :  Kampanyekan Keselamatan Berlalu Lintas Unit Lantas Polsek Sukasada Sambangi Persatuan Ojek Sukasada

“Semoga dengan kegiatan ini, anak-anak didik kita makin fasih mendalami nyurat lontar aksara Bali dan tidak berhenti sampai disini saja, agar ditularkan kepada teman-teman lainnya. Kalianlah para yowana (generasi muda) di Jembrana nantinya sebagai ujung tomba di Jembrana dalam melestarikan budaya bali,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Tamba yang didampingi Bunda Literasi Kabupaten Jembrana Ny. Gusti Ayu Ketut Candra Wati menuturkan pemerintah daerah sangat konsen dalam melestarikan kebudayaan Bali salah satunya melestarikan aksari Bali dan berbicara tentang lontar sebagai warisan budaya adiluhung di Bali, pemerintah daerah juga memiliki program museum lontar.

Baca Juga :  Pemkot Denpasar Gelar Pelatihan Tenun

“Bagi kita masyarakat di Bali, lontar bukan sekadar tradisi dan produk budaya. Ia sekaligus menjadi bukti historis peradaban Bali di tengah pesatnya perkembangan dan peradaban dunia. Oleh karena itu, keberadaan museum lontar di Jembrana ini nantinya sangat penting sebagai wadah pelestarian warisan-warisan leluhur tersebut juga disamping itu sebagai wahana edukasi bagi para masyarakat,” pungkasnya.

Hadiah yang diperebutkan, untuk Juara 1 memperoleh Rp1.250.000, Juara 2 sebesar Rp1.000.000 dan Juara 3 sebesar Rp750.000 serta Harapan I Rp500.000 dan Harapan II Rp250.000.

Baca Juga :  Digelar di Bedugul, Perayaan HUT ST Taruna Yasa Bernuansa Lingkungan

Sebagai pemenang lomba Baligrafi, untuk juara pertama diraih I Made Sulasiawan (SMAN 2 Negara), Juara II diraih I Putu Yoga Agastya (SMAN 2 Mendoyo), sedangkan peringkat ketiga diraih I Kadek Ari Armita (SMKN 2 Negara).

Untuk pemenang Lomba Nyurat Lontar, juara pertama diraih Ni Komang Vira Ananda Putri (SMPN 2 Mendoyo), juara kedua diraih Ni Kadek Vina Dwi Arianti (SMPN 2 Mendoyo) serta juara ketiga diraih Ni Putu Pradnya Wulandari (SMPN 4 Mendoyo).

Turut hadir kegiatan tersebut, Sekda I Made Budiasa, Kepala OPD di lingkungan Pemkab Jembrana, Penyuluh Bahasa Bali serta seluruh peserta dan pendamping yang hadir dalam kegiatan tersebut.(bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini